Text
STUDI ANALISIS KOMPETISI MODA ANGKUTAN TRANS PADANG DAN ANGKOT (419) BERDASARKAN MINAT PENGGUNA DENGAN METODE STATED PREFERENCE (STUDI KASUS : TRAYEK PASAR RAYA - LUBUK BUAYA)
Walaupun moda angkutan umum telah banyak di Kota Padang, tetapi belum banyak diminati masyarakat. Hal ini dapat terlihat pada rendahnya minat masyarakat dalam mempergunakan angkutan umum yang tercermin dari masih banyaknya masyarakat yang lebih memakai kendaraan pribadi. Tarif, waktu tempuh dan kenyamanan yang kurang memadai menjadi alasan masyarakat cenderung memilih memakai kendaraan pribadi dari angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui alasan atau pertimbangan yang dapat mempengaruhi pengguna moda dalam pemilihan moda transportasi dengan analisis
karakteristik pengguna moda dan metode Stated Preference serta mengetahui minat pengguna angkutan umum Trans Padang dan Mikrolet (419), ditinjau dengan metode stated preference. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan paper based kuisoner sedangkan teknik pengambilan sampelnya dilakukan secara random/acak. Kuisoner ini disebarkan kepada 100 responden yang terdiri dari 50 pengguna Trans Padang dan 50 pengguna angkot. Dari hasil analisis karakteristik pengguna moda diperoleh hasil bahwa Dari 100 responden yang telah disurvei, maka rata – rata kebanyakan pernah menaiki kedua moda transportasi (80%). Berdasarkan jenis kelamin pengguna moda didominasi oleh perempuan (69%). Sedangkan dari segi umur rata – rata pengguna moda terletak pada usia 15 – 25 tahun (39%). Jika dilihat dari segi pendapatan umumnya mayoritas pengguna moda berpendapatan rendah atau < Rp 1.000.000 (54%). Selain itu pengguna moda untuk menuju tempat menunggu moda, pengguna moda (74%) umumnya dengan jalan kaki. Dari total 100 responden, ternyata yang menjadi alasan atau pertimbangan utama dalam pemilihan moda adalah ongkos (31%). Sedangkan alasan kedua dalam pemilihan moda adalah waktu tempuh (28%). Berdasarkan hasil Uji Korelasi, Cronbach Alpha dan Pengukuran Korelasi PPM, diperoleh hasil yaitu dari segi nilai preferensi responden dari seluruh item pertanyaan pada atribut waktu tempuh (X1) untuk Trans Padang 48% dengan kondisi “cukup setuju” dan Angkot 64% dengan kriteria “setuju”. Nilai preferensi ini juga dikuatkan dengan r hitung yang diperoleh dari Cronbach Alpha. Pada moda Trans Padang nilai r hitung yaitu 0,737 dengan tingkat korelasi “kuat”. Pada moda Angkot nilai r hitung yaitu 0,751 dengan tingkat korelasi “kuat”. Lalu, dari segi nilai preferensi responden dari seluruh item pertanyaan pada atribut tarif (X2) untuk Trans Padang 80% dengan kondisi “setuju” dan Angkot 97% dengan kriteria “sangat setuju”. Nilai preferensi ini juga dikuatkan dengan r hitung yang diperoleh dari Cronbach Alpha. Pada moda Trans Padang nilai r hitung yaitu 0,818 dengan tingkat korelasi “sangat kuat”. Pada
moda Angkot nilai r hitung yaitu 0,788 dengan tingkat korelasi “kuat”.
Kata Kunci : Trans Padang, Angkot, Stated Preference, Uji Korelasi, Cronbach Alpha, Pengukuran Korelasi PPM, Preferensi Responden
Tidak tersedia versi lain