Text
Analisa kerusakan badan jalan (studi kasus jalan raya koto baru - gunung medan KM - 23) kabupaten dhamas raya
Jalan Lintas Sumatera merupakan jalan utama yang menghubungkan kota-kota
antar pulau, khususnya pulau Sumatera dan pulau Jawa. Kondisi lalu lintas yang padat
oleh kendaraan berat menimbulkan kerusakan badan jalan antara lain amblas, retakretak di beberapa tempat, perawatan secara periodik sudah dilakukan tetapi kerusakan di
tempat yang sama akan timbul kembali. Bertolak dari permasalahan diatas, peneliti
mencoba memeriksa kondisi tanah dasar jalan pada lokasi tersebut. Tanah diambil pada
KM-23 sejarak 1,5 m dari bahu jalan dengan kedalaman ± 1,00 m. Pengujian yang
dilakukan adalah uji sifat fisis dan uji sifat mekanis pada tanah dasar. Penelitian
dilakukan dilaboratorium Institut Teknologi Padang. Pengujian sifat fisis terdiri dari uji
kadar air, berat jenis, batas-batas atterberg dan analisa saringan, sedangkan pengujian
sifat mekanis terdiri dari uji pemadatan, pengembangan, tekan pengembangan, uji CBR
laboratorium dan uji kuat tekan bebas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai batas
cair (LL) = 72,52%, Indeks Plastis (PI) = 29,38%, lolos saringan 200 sebesar 94,44%,
nilai pengembanga tanah asli sebesar 0,35%, sedangkan tekanan pengembang sebesar
160 Kpa, nilai CBR terendam (soaked) sebesar 5,39%, nilai CBR tidak terendam
(Unsoaked) sebesar 60,51%, nilai kuat tekan bebas tanah kondisi terendam sebesar 0,41
kg/cm², dan nilai kuat tekan bebas tanah tanpa rendaman sebesar 1,87kg/cm². Dari data
diatas tanah tidak stabil dan masuk kedalam kelompok MH (USCS) atau kelompok A- 7-5 (37) (ASSHTO) yaitu kelompok tanah berlempung yang tidak baik untuk dijadikan
tanah dasar konstruksi jalan raya.
Kata Kunci : tanah dasar, sifat fisis, sifat mekanis, plastisitas
Tidak tersedia versi lain