Text
ANALISA KERUSAKAN BADAN JALAN (STUDI KASUS JALAN RAYA LUBUK TAROK-TARATAK BARU) KABUPATEN SIJUNJUNG
Jalan raya yang menghubungkan kecamatan Lubuk Tarok dengan Taratak Baru kecamatan Tanjung Gadang keberadaannya sudah di hot mix, tetapi di beberapa tempat
timbul kembali kerusakan, seperti di kelok S Lubuk Nikek. Kerusakannya seperti retak-retak dan ada yang amblas, perbaikan sudah dilakukan berulang kali, namun kerusakan yang sama timbul kembali. Kondisi ini memberikan ide kepada penulis untuk meneliti penyebab kerusakan jalan tersebut, khususnya terhadap tanah dasar jalan. Penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Sipil Institut Teknologi Padang, pengujian yang dilakukan adalah uji sifat fisis dan uji sifat mekanis tanah dasar, uji sifat fisis terdiri dari uji kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg, dan analisa saringan, sedangkan pengujian sifat mekanis terdiri dari uji pemadatan, pengembangan dan tekanan pengembangan, uji CBR, dan uji kuat tekan bebas tanah. Penelitian menunjukkan tanah masuk kategori CL (USCS) atau A-7-6 (17) (AASHTO) dan tanah bergradasi buruk dimana tanah ini tidak baik digunakan sebagai tanah dasar jalan raya, Indeks Plastisitas (PI) adalah 22,90% > 17% sehingga tanah termasuk tanah kohesif (lempung) dengan potensi pengembangan tinggi, dengan tekanan pengembangan 230 kPa menggambarkan derajat pengembangan masuk kategori sedang, untuk uji CBR terendam dan tidak terendam begitu juga uji kuat tekan bebas yang terendam dan tidak terendam memberikan perbedaan nilai yang cukup besar, hal ini menggambarkan tanah dasar sangat tidak stabil dan berdampak kepada kerusakan padabadan jalan di atasnya.
Kata Kunci : tanah dasar, sifat fisis, sifat mekanis, amblas, plastisitas
Tidak tersedia versi lain