Text
ANALISIS KAPASITAS SEISMIK DAN MEKANISME KERUNTUHAN GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN ANALISIS PUSHOVER
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas seismik dan mekanisme keruntuhan dari gedung beton bertulang dengan menggunakan Software STERA 3D
sebagai alat bantu analisis, sehingga didapatkan nilai koefisien gaya geser gedung untuk mengetahui keruntuhannya. Pada penelitian ini gedung yang menjadi study kasus adalah PT.Sutan Kasim dan PT.Suka Fajar yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tahun 2007, dimana analisis gedung tersebut menggunakan standar beban UBC dan data gempa September 2009. Berdasarkan hasil analisis didapatkan perbedaan nilai akselerasi maksimum dengan kapasitas akselerasi PT. Sutan Kasim sebesar 38,63% pada arah X dan 63,42% pada arah Y. Pada PT. Suka Fajar perbedaan nilai akselerasi maksimum yang terjadi adalah 67,7% pada arah X dan 100,92% pada arah Y. Pada kedua bangunan tersebut nilai akselerasi maksimum yang terjadi lebih besar dari kapasitas akselerasi struktur gedung. Terdapat pula perbedaan antara kapasitas gaya geser dengan gaya geser maksimum yang terjadi pada PT.Sutan Kasim yaitu sebesar 0,36% pada arah X dan 7,43% pada arah Y, pada kondisi ini kapasitas gaya gesr lebih besar dari pada gaya geser maksimum yang terjadi. Sedangkan pada PT.Suka Fajar
perbedaan yang terjadi adalah sebesar 10,48% pada arah X dan 12,50% pada arah Y. Titik kinerja (performance point) hanya terjadi pada PT.Sutan Kasim saja yaitu pada 1,765;0,155. Berdasarkan nilai koefisien gaya geser lantai 1 yang terjadi pada PT. Sutan Kasim dan PT. Suka Fajar didapatkan bahwa untuk daerah kota Padang, gedung akan mengalami keruntuhan jika koefisien gaya gesernya 0,135 atau lebih kecil dari nilai tersebut, sedangkan struktur dengan koefisien gaya geser 0,195 atau lebih diasumsikan akan mampu bertahan.
Kata kunci : Bangunan beton bertulang, Gempa, Analisis Pushover
Tidak tersedia versi lain