Text
EVALUASI KINERJA PLTA MANINJAU TERHADAP ALIRAN DAYA PADA SISTEM TRANSMISI ISLAND BUKITTINGGI
PLTA Maninjau merupakan satu dari tiga pusat listrik di Sistem Transmisi Island Bukittinggi dengan total kapasitas daya yang bisa dibangkitkan sebesar 4x17 MW yangmana energi primer-nya berasal dari energi potensial air di danau Maninjau, ketersediaan airnya ini sangatlah bergantung pada kondisi alam. Selain itu, pemanfaatan airnya pun tidak sepenuhnya digunakan untuk pembangkitan energi listrik melainkan juga digunakanuntuk kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Apabila elevasi di danau Maninjaumaksimum, yaitu sebesar ≥ 463.50 mdpl (zona operasi normal) maka PLTA Maninjau dapat beroperasi 4 unit, sedangkan saat elevasi minimum, yaitu sebesar ≤ 462.00 mdpl (zona kritis lingkungan) maka PLTA Maninjau hanya mampu beroperasi 1 unit. Perubahan pola operasi ini bisa mempengaruhi stabilitas tegangan pelayanan yang telah ditetapkan di SPLN 1:1995 pasal 4 Variasi tegangan pelayanan -10% dan +5% dari tegangan nominal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja PLTA Maninjau terhadap aliran daya pada Sistem Transmisi Island Bukittinggi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa persentase drop tegangan tertinggi pada Bus beban di Sistem Transmisi Island Bukittinggi terhadap perubahan pola operasi PLTA Maninjau, yaitu bus beban Simpang Empat I dan II sebesar 7.8%, sedangkan disisi penghantar yaitu penghantar BatuSangkar-Payakumbuh sebesar 5.8%. Maka tegangan pelayanan di Sistem Transmisi Island Bukittinggi tersebut masih dalam kondisi andal.
Kata kunci : Sistem Transmisi, Elevasi, Evaluasi, Stabilitas Tegangan Pelayanan
Tidak tersedia versi lain