Text
Study Pemanfaatan Sumber Air Tanah, Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Dengan Energi Tenaga Surya
Pada tahun 1980 an banyak dibangun irigasi pompanisasi untuk daerah irigasi yang sumber airnya lebih rendah dari kawasan yang akan diairi. Rata-rata pompa irigasi tersebut menggunakan bahan bakar solar untuk operasionalnya dan dikelola oleh petani. Semenjak harga solar naik tajam, petani tidak mampu lagi membiayai operasi pompa. Akibatnya pompa sudah lama tidak berfungsi (± 20 tahun) dan sawah-sawah pada daerah irigasi tersebut kembali berubah fungsi menjadi sawah tadah hujan. Selain itu mengingat luas daerah irigasi tadah hujan dan daerah irigasi yang sudah terlantar selama ini (50.294 hektar) karena tidak mendapat suplai air dapat berfungsi. Masalahnya adalah pompa air dengan bahan bakar solar membutuhkan biaya yang besar untuk operasinya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini sudah tersedia sumber energy alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang bisa digunakan untuk operasional pompa guna menaikkan air ke Daerah Irigasi, yang populer dengan sebutan pompa tenaga surya (sollar cell pum). Biaya operasional pompa air dengan tenaga surya sangat kecil, tetapi harga panel suryanya masih tergolong mahal.
KATA KUNCI : Air irigasi, pompa tenaga surya
Tidak tersedia versi lain