Text
ANALISIS KAPASITAS TAMPUNGAN EMBUNG BATANG DAREH BULAKAN UNTUK KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI LIMBUKAN KOTA PAYAKUMBUH
Musim kemarau sering menyebabkan ratusan hektar sawah masyarakat mengalami
kekeringan, ditambah lagi dengan berkurangnya debit sumber air irigasi. Masalah ini
biasa dialami oleh masyarakat petani di berbagai daerah termasuk di Kota Payakumbuh.
Sebagai alternative pemecahan masalah jika terjadi hal yang demikian adalah dengan
membangun embung yang dimanfaatkan untuk menyimpan air di musim penghujan dan
digunakan di musim kemarau. Skripsi ini akan membahas tentang ketersediaan air,
analisis kapasitas embung, kebutuhan air irigasi. Untuk mendapatkan gambaran kapasitas
embung untuk kebutuhan irigasi diperlukan beberapa data sekunder dari instansi terkait,
seperti data curah hujan, data klimatologi, dan data pendukung lainnnya yang menunjang
dalam penulisan. Perhitungan hujan regional rata-rata digunakan metode Poligon
Thiessen dengan data curah hujan 10 tahun dari dua stasiun penakar hujan. Dalam
mencari besarnya ketersediaan air untuk irigasi tanaman, dilakukan analisa kebutuhan air
yang dipengaruhi oleh factor curah hujan efektif, debit andalan, evapotranspirasi. Dari
hasil perhitungan diperoleh didapat debit andalan maksimum sebesar 7.826 lt/dt,
Kapasitas tampungan maksimum embung pada elevasi +554 m adalah 32438.753 m3
dengan luas genangan 31954.791 m2. Dasar embung berada pada elevasi +546 m,
sehingga kedalaman embung pada volume kapasitas tampungan maksimum adalah 8
meter. kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 1.474 lt/dt. Besarnya air yang masuk dari
pada kebutuhan maka sebaiknya perlu ditambahkan daerah irigasinya sebesar 5.3093 ha.
Kata kunci: embung, kapasitas, kebutuhan.
Tidak tersedia versi lain