Text
ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR PADA SAWAH YANG TAK MENDAPAT AIR DARI JARINGAN IRIGASI DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI SURYA
Pemanfaatan energi matahari dilakukan secara termal maupun melalui energi listrik. Salah satu contoh pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik adalah penggunaan solar cell. Penggunaan solar cell untuk pompa irigasi pada lahan tadah hujan menjadi salah satu solusi penghematan bahan bakar minyak yang mahal harganya di Indonesia. Kendala utama pada sawah tadah hujan adalah ketersediaan air yang sangat tergantung pada curah hujan sehingga lahan mengalami kekeringan pada musim kemarau. (Permadi, dkk 2005). Masalahnya adalah pompa air dengan bahan bakar solar membutuhkan biaya yang besar untuk operasinya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kini sudah tersedia sumber energy alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bisa digunakan untuk operasional pompa guna menaikkan air ke daerah irigasi, yang populer dengan sebutan pompa tenaga surya (solar cell pump). Pompa irigasi yang menggunakan bahan bakar solar untuk operasionalnya dan dikelola oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi pengganti energi bagi pompa irigasi, yang selama ini menggunakan pembangkit energi dengan solar atau listrik PLN. Solusi pengganti energi listrik itu adalah energi solar cell. Pada penelitian ini digunakan daya satu panel dengan kapasitas 150 w/m2 yang mana daya mampu dipenuhi oleh energi surya selama 6 jam berkapasitas debit sebesar 50% estimasi dengan menggunakan beberapa panel surya (photovoltaic) yang dihitung pada tabel 4.18 dan tabel 4.21 tidak memakai batrey atau aki. Rata-rata debit air yang dipakai sebesar 6,84 l/dt/ha. Pada penggunaan dan pemanfaatannya, dari 12 bulan yang pada masa tanamnya di bulan November.
KATA KUNCI: kebutuhan air irigasi, pompa tenaga surya.
Tidak tersedia versi lain