Text
KAJIAN CAMPURAN PANAS AGREGAT (ACWC) TERHADAP PENGARUH TEMPERATUR BERDASARKAN ALAT UJI MARSHALL
Lapisan aspal AC-WC pada konstruksi perkerasan jalan raya merupakan lapisan teratas, yang langsung menerima beban lalu lintas ke lapisan dibawahnya dan berinteraksi langsung dari pengaruh luar seperti panas matahari atau fluktuasi temperatur (cuaca), dan air hujan, yang menyebabkan genangan air di atas permukaan aspal dan suhu. Terhadap lapisan perkerasan aspal dapat dilakukan pengujian Marshall untuk
mengetahui pengaruh dari suhu. Penelitian dilakukan terhadap campuran yang terbuat dari 6 jenis kadar aspal yaitu mulai dari 4,5 % hingga 7 % , dengan mengacu pada persyaratan Spesifikasi Teknik oleh Bina Marga, sehingga didapatkan komposisi terbaik dari campuran. Selanjutnya dengan komposisi terbaik dibuat benda uji Marshall yang akan direndam dalam 3 variasi temperature, yaitu 50°, 60° dan 70° dengan waktu (durasi)
perendaman; yaitu 30 menit,. Dari analisa dan pembahasan yang dilakukan di laboratorium, didapat kadar aspal yang memenuhi syarat sifat akhir AC WC pada perendaman dengan temperatur 500 C berada pada range 5,7 % sampai dengan 6,7 % , dengan kadar aspal optimum 6,2 %.
Demikian halnya hasil perendaman pada temperatur 600 C berada pada range 5,8 % sampai dengan 6,8 %, dengan kadar aspal optimum 6,3 %. Sedangkan hasil perendaman pada temperatur 700 C, untuk keseluruhan kadar aspal tidak memenuhi syarat spesifikasi umum jalan dan jembatan 2010. Sehingga, sesuai dengan spesifikasi umum jalan dan jembatan 2010 bahwa temperatur perendaman ialah 600 C. Maka kadar aspal yang paling ideal (KAO) untuk campuran aspal panas AC WC yang kami teliti adalah 6,3%.
Keyword : AC-WC, Kadar Aspal Optimum
Tidak tersedia versi lain