Text
ANALISIS VALIDITAS DEBIT BANJIR SUNGAI BERDASARKAN DATA HUJAN DIBANDINGKAN DENGAN DATA DEBIT PENGUKURAN
Bencana banjir menjadi fenomena rutin di musim penghujan yang merebak di berbagai daerah aliran sungai (DAS) di sebagian besar wilayah Indonesia. Termasuk di Sungai Batang kuranji Oleh karena itu, perlu dibangun bangunan air untuk mengurangi dampak banjir tersebut, Didalam hal menentukan dimensi penampang sungai dan bangunan air di suatu sungai/saluran, harus diketahui terlebih dahulu, antara lain besarnya debit aliran yang harus ditampung oleh sungai/saluran tersebut. Data yang paling tepat digunakan untuk analisis tersebut adalah data debit. Pada kondisi tertentu data yang tersedia hanya data hujan. Terdapat banyak teori dan rumus empiris untuk analisis data tersebut. Metode yang paling popular digunakan adalah metode Rasional (Rational Method). Dalam tulisan ini dibahas validitas hasil hitungan data debit berdasarkan data
hujan dengan metode Rasional dan dibandingkan dengan data debit hasil pengukuran berdasarkan tampang aliran di sungai Batang Kuranji
Hasil analisis menunjukkan bahwa debit analisa lebih besar dari debit pengukuran hasil debit metoda rasional 79,28 m3/detik dan debit pengukuran tampang aliran 54,53 m3/detik. Masalah yang muncul adalah pada penyesuaian satuan luas antara debit(m3/detik) DAS(km2) dan curah hujan(mm/hari) serta penetapan nilai koeffisien pengaliran yang berkaitan dengan kondisi daerah tangkapan aliran. Untuk sungai Batang Kuranji koeffisien pengaliran yang sesuai adalah 0,193
Tidak tersedia versi lain