Text
ANALISA PENEMPATAN ARRESTER PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI 150 KV APLIKASI GARDU INDUK PAYAKUMBUH
Sistem tenaga listrik di Pulau Sumatera terdiri dari pembangkit – pembangkit dan gardu induk – gardu induk yang terhubung satu sama lain melalui sistem interkoneksi. Adapun yang menjadi backbone sistem interkoneksi adalah jaringan transmisi atau SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Gangguan pada saluran transmisi dapat berakibat pada terhambatnya pasokan tenaga listrik. Gangguan pada saluran transmisi disebabkan oleh penyebab yang beragam. Salah satu penyebab utama adalah petir. Dari data gangguan transmisi tahun 2010-2012 di Unit Pelayanan Transmisi Padang, petir adalah penyebab terbesar gangguan di UPT Padang. Sebagian besar gangguan akibat petir terjadi di SUTT 150 kV Gardu Induk Payakumbuh yang merupakan penyalur tenaga listrik di payakumbuh. Selain itu, petir juga menyebabkan kerusakan pada peralatan yang ada di
gardu induk payakumbuh. Untuk mengatasi permasalahan gangguan akibat petir tersebut, maka UPT Padang telah melakukan pemasangan Ligthning Arrester yang merupakan salah satu peralatan proteksi SUTT terhadap petir di gardu induk yang rawan gangguan petir. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah menghitung jarak maksimum antara arrester
dan peralatan terutama trafo pada SUTT 150 kV gardu induk payakumbuh. Dari hasil analisa dan evaluasi didapatkan tegangan puncak dari arrester sebesar 120,3 kV dan dapat menghasilkan tegangan puncak yang masuk ke arrester sebesar 127,13 pada menit ke 12 µdet, jadi Transformator masih bisa terlindungi oleh arrester dari gangguan seperti
sambaran surja petir
KATA KUNCI : SUTT, Petir, Arrester, Transformator dan jarak antara arrester dan trafo.
Tidak tersedia versi lain