Text
PENGAMAN MUARA PADA PANTAI SALIDO DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL BATU ALAM DAN TETRAPOD
Wilayah pantai merupakan daerah yang sangat intensif untuk dimanfaatkan manusia. Disumbar sendiri yang berbatasan sebelah barat dengan laut hindia (samudera Indonesia) mempunyai panjang pantai ±420 km dengan sekitar 45% atau 180 km mengalami kerusakan akibat abrasi. Terutama didaerah pantai padang juga merupakan ibu kota propinsi, dengan panjang pantai ±30 km atau hampir 5% dari total panjang pantai sumbar. Adapun salah satu usaha untuk perlindungan kawasan pantai dari kerusakan – kerusakan seperti tersebut diatas diantaranya adalah dengan membangun struktur pemecah gelombang /jetty sebagai salah satu alternatif bangunan pelindung pantai yang berfungsi untuk menahan energi gelombang yang menuju pantai. Dan aman supaya muara sungai dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Jetty adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakkan pada kedua sisi muara sungai yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai. Data yang diperlukan untuk mendukung perhitungan struktur bangunan jetty meliputi data angin, data gelombang, data pasang surut, dan data bathimetri. Dari hasil perhitungan analisa kalkulasi desain diperoleh kemiringan kontruksi jetty 1:2, elevasi mercu jetty dengan lapis pelindung batu alam +2,415 m, tetrapod +2,07 m, Dolos +2,185 m, Tribar +1,8975 m, panjang jetty 92 m, lebar mercu dengan lapis lindung batu alam 1,51 m, tetrapod 1,0639 m, dolos 1,3 m, tribard 1,06 m, Tinggi mercu dengan lapis lindung batu alam 4 m, tetrapod 3,6 m, dolos 3,7 m, tribar 3,5 m.
Kata Kunci : Dimensi, material, Jetty Bandar Purus
Tidak tersedia versi lain