Text
PEMANFAATAN CANGKANG DAN SERABUT SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA PLTU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN LISTRIK MASYARAKAT KABUPATEN BUNGO
Indonesia sampai saat ini masih mengalami krisis energi listrik walaupun Indonesia kaya dengan sumber energi. Apalagi kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat dari tahun ketahun seiring dengan pertumbuhan penduduk. Krisis energi listrik yang terjadi disebabkan karena semakin menipisnya sumber energi fosil yang pada umumnya digunakan pada pembangkit konvensional seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Untuk mengatasi krisis energi ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumbersumberenergi terbarukan sebagai energi alternatif. Salah satunya adalah energi biomassa limbah kelapa sawit, selama kelapa sawit hanya digunakan sebagai penghasil minyak nabati tanpa mencoba menemukan potensi yang dimiliki limbah kelapa sawit berupa cangkang dan serabut sawit. Limbah kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kabupaten Bungo merupakan salah satu daerah di provinsi Jambi yang memiliki perkebunan sawit dengan luasnya 169.111 Ha. Dan ini adalah suatu peluang yang besar untuk memanfaatkan cangkang dan serabut sawit sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo. Tujuan dari penelitian adalah bagaimana memanfaatkan cangkang dan serabut sawit sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Kabupaten Bungo dimasa datang. Dari hasil penelitaian diperoleh potensi daya yang dihasilkan dari 49.214.400 kg cangkang sawit adalah 21.397,565 MW/tahun dan dari 127.957.440 kg serabut sawit adalah 49.214,4 MW/tahun. Sedangkan kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo sebesar 3.135,911588 MW/tahun. Potensi daya yang bisa digunakan pada PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo adalah 8
MW/jam yang terdiri dari 2,4 MW dengan menggunak 5.520 kg cangkang sawit dan 5,6 MW dengan menggunakan 14.560 kg serabut. Biaya pembangkit yang diperlukan pada PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo adalah Rp2.964/kWh dan jumlah air yang dibutuhkan pada PLTU tersebut adalah 48.481.193,15 kg.
Kata Kunci : Potensi limbah sawit, Energi listrik, PLTU
Tidak tersedia versi lain