Text
ANALISIS KAPASITAS TAMPUNGAN EMBUNG KAPECONG UNTUK KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI BUKIT TANDANG KABUPATEN SOLOK
Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam/cekungan untuk
menampung air hujan, parit, sungai kecil, mata air, serta sumber air lainnya untuk
mendukung usaha pertanian pangan (hortikultura), perkebunan dan pertenakan.
(Puslitbang Pengairan, 1994). Desa Bukit Tandang merupakan daerah yang memiliki
sedikit persediaan air sehingga sering sekali mengalami kekurangan air untuk memenuhi
kebutuhan tanaman apalagi saat musim kemarau. Salah satu pemecahan masalah yaitu
dengan dibangunnya embung kapecong untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Untuk mendapatkan gambaran kapasitas embung untuk kebutuhan irigasi diperlukan
beberapa data sekunder dari instansi terkait, seperti data curah hujan, data klimatologi,
dan data pendukung lainnnya yang menunjang dalam penulisan. Perhitungan hujan
regional rata-rata digunakan metode Poligon Thiessen dengan data curah hujan 10 tahun
dari dua stasiun penakar hujan. Dalam mencari besarnya ketersediaan air untuk irigasi
tanaman, dilakukan analisa kebutuhan air yang dipengaruhi oleh faktor curah hujan
efektif, debit andalan, evapotranspirasi. Berdasarnya hasil analisa ketersediaan air dengan kebutuhan
air irigasi dapat terpenuhi ,dengan nilai kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 1.584 l/dt/ha dan
minimum sebesar 0.285 l/dt/ha. Berdasarkan kurva lengkung kapasitas embung, titik
perpotongan antara volume genangan dan luas genangan embung berada pada elevasi
+452 m, kapasitas tampungan maksimum embung pada elevasi +452 m adalah
45211.71937 m3 dengan luas genangan 4214.72 m2.
Kata kunci: ketersediaan, kebutuhan, kapasitas.
Tidak tersedia versi lain