Text
STUDI PENGARUH BAHAN LATEKS PADA CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT ( AC ) BERDASARKAN UJI MARSHALL
Perkerasan jalan merupakan lapisan yang terletak diantara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi. Dalam hal ini supaya perkerasan mempunyai daya dukung dan keawetan yang memadai tetapi juga ekonomis maka perkerasan jalan dibuat berlapis-lapis. Lapisan paling atas disebut sebagai lapisan permukaan, merupakan lapisan yang paling baik mutunya, sedangkan dibawahnya terdapat lapisan pondasi yang diletakan diatas tanah dasar yang telah dipadatkan. Di Indonesia saat ini sebagai bahan pengikat didalam perkerasan jalan digunakan aspal minyak penetrasi 80 atau biasa disebut dengan AC 60/70 dan AC 80/90, yang mana aspal merupakan material yang peka terhadap perubahan suhu, semakin suhu meningkat maka aspal akan semakin mencair dan sebaliknya jika suhu turun aspal kembali mengeras. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal optimum dalam campuran aspal concrete (AC) dengan mengunakan aspal Penetrasi 60/70 dan melihat perbandingan dari nilai kepadatan (Density), Rongga Mineral Dalam Aggregat (VMA), Rongga Didalam Campuran (VITM), Rongga Terisi Aspal (VFWA), Stabilitas, Kelelahan (Flow), dan hasil bagi Marshall (Marshall Qoutient). Jenis Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen yaitu dengan cara melakukan perbandingan kinerja aspal penetrasi 60/70 dengan suhu 110°C, 120°C, 130°C, 140°C dan 150°C, dan sebagai bahan tambah pada campuran aspal adalah Lateks dengan variasi campuran 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% Lateks. Dari hasil pengujian terhadap bahan tambah Lateks diperoleh hasil kombinasi agregatnya yaitu 50% untuk fraksi agregat kasar, 50% untuk fraksi agregat halus, dan 0% untuk fraksi lateks. Sedangkan untuk berat jenis tiap fraksinya diperoleh hasil 2,54 gram/cm3 untuk agregat kasar, 2,53 gram/cm3 untuk agregat halus, dan 0,945 gram/cm3 untuk bahan tambah lateks. Dari pengujian yang telah penulis lakukan terhadap bahan-bahan dasar campuran aspal beton, dalam hal ini peneliti dapat menyimpulkan bahwa perencanaan campuran lateks berkisar 25%, 50%, 75% dan 100% tidak dapat digunakan untuk lapis perkerasan jalan raya.
Kata Kunci : Lateks, Kepadatan, Rongga Antar Butiran Agregat, Rongga Terhadap campuran, Rongga Terisi Aspal, Stabilitas, Kelelehan Dan Hasil Bagi Marshall.
Tidak tersedia versi lain