Text
ANALISIS TORSI PADA BANGUNAN BETON BERTULANG ANTARA KOLOM PIPIH DENGAN KOLOM PERSEGI
Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan bangunan tahan gempa adalah terjadinya torsi pada bangunan. Terjadinya torsi tersebut disebabkan adanya eksentrisistas antara pusat massa bangunan dengan pusat rotasi bangunan. Hal ini terjadi ketika pusat massa bangunan tidak tepat dengan pusat kekakuan elemen vertikal beban lateral – sistem ketahanan struktur tersebut. Selain itu bentuk penampang kolom yang sama besar dengan ukuran dinding (kolom pipih), sehingga pusat massa dan kekakuan struktur tidak tepat. Jika gempa terjadi, maka torsi yang akan ditimbulkan akan sangat besar untuk bentuk denah dan penampang kolom tersebut. Pada bangunan, torsi akan terjadi jika adanya gaya horizontal seperti gaya gempa maupun gaya angin. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bangunan Kantor BPS, perhitungan analisa struktur dari kedua model diperoleh hasil bahwa terjadi torsi pada model 1 yang menggunakan kolom pipih dengan nilai eksentrisitas ey 3,58 cm dan nilai eksentrisitas ex = 2,44 cm, sedangkan pada model 2 nilai eksentrisitas ey 1,35 cm dan nilai eksentrisitas ex = 0,92 cm. Penggunaan kolom persegi pada struktur gedung beton bertulang adalah pilihan yang efektif khususnya untuk daerah rawan gempa dan tetap perlu mengontrol nilai displacement dan torsi struktur pada standar yang telah ditentukan. Kolom persegi dapat mengurangi pengaruh kemungkinan terjadinya torsi pada bangunan ± 72.13 %.
Kata kunci: displacements, eksentrisitas,torsi bangunan.
Tidak tersedia versi lain