Text
PENGUJIAN KINERJA CAMPURAN (AC-WC) SUBSTITUSI BUTON GRANULAR ASPAL ( BGA ) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DENGAN METODE MARSHALL
Jalan merupakan infranstruktur yang berfungsi sebagai pengubung antara kawasan, digunakan masyarakat dan dilewati beragam kendaraan. Oleh karena itu diperlukan struktur pekerasan jalan yang konstruksinya baik dan dapat memberikan kenyamanan. Perkembangan lalu lintas di Indonesia semakin padat dan perubahan cuaca yang kadang tidak menentu akan sangat berpengaruh pada kualitas permukaan jalan yang berakibat pada kerusakan fisik jalan. Dengan pertimbangan penulis melakukan penelitian ini bermaksud untuk membuktikan peggunaan BGA dapat menjadi pengikat mengurangi pemakaian aspal minyak dan menambah kinerja campuran aspal, untuk menguji apakah modifikasi campuran tersebut memeiliki kinerja yang lebih baik. Perkembangan penelitian tentang bahan konstruksi perkerasan jalan diarahkan pada usaha pemanfaatan material setempat dan disesuaikan dengan kondisi daerah dimana konstruksi pengerasan akan dilaksanakan. Untuk itu perlu dilaksanakan penelitian terhadap material aggregat kasar dan aggregat halus di Painan yang memenuhi persyaratan spesifikasi Kementrian Pekerjaan Umum. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisa karakteristik aggregat kasar dan aggregat halus di dalam campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC- WC) dengan metode Marshall. Dari hasil pelitian didapatkan karakteristik aggregat kasar dan aggregat halus dalam campuran AC- WC dengan pengujian Marshall yang memenuhi spesifikasi yaitu pada variasi campuran aspal 5% sampai dengan 6% dengan filler Buton Granular Asphalt (BGA) 25% dan 50% sehingga di dapatkan nilai kadar aspal optimum 6%, maka dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa aggregat kasar dan aggregat halus di Painan dapat digunakan dalam campuran AC – WC.
Kata Kunci : Buton Granular Asphalt (BGA) Campuran Aspal.
Tidak tersedia versi lain