Text
PENGARUH WAKTU PEMERAMAN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU SERBUK KAYU
Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan yang sering menimbulkan masalah bila memiliki sifat-sifat yang buruk. Sifat-sifat tanah yang buruk dan kurang layak untuk dijadikan sebagai dasar suatu bangunan atau konstruksi seperti daya dukung tanah yang kecil. Berbagai cara digunakan untuk memperbaiki kekuatan dari tanah lempung, diantaranya dengan
penambahan bahan kimia. Guna untuk mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung maka dilakukan penelitian dengan menggunakan abu serbuk kayu sebagai bahan stabilisasinya. Sampel tanah lempung diambil dari jalan By Pass km 15 Padang sedalam kedalaman 1 m dari muka tanah asli, sampel diambil dengan jarak ± 30 m dari lebar luar jalan, sedangkan bahan penstabilisasi adalah limbah serbuk kayu yang di dapat di tempat pembuatan konsen dan pintu di sekitar Jl. Siteba yang dibakar dengan tungku pembakaran pada suhu + 700oc sehingga menjadi abu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu serbuk kayu dapat memperbaiki sifat fisis dan mekanis tanah lempung. Untuk nilai batas cair, indeks plastis, dan % lolos saringan 200 mengalami penurunan setelah distabilisasi, sementara untuk nilai gravitas khusus, nilai batas plastis, nilai batas susut, nilai berat volume kering maksimum, kadar air optimum dan nilai CBR meningkat. Dari hasil optimasi untuk sifat fisis dan mekanis tanah lempung kadar campuran yang paling baik adalah 6% penambahan abu serbuk kayu dengan masa perawatan selama 1 hari.
Kata kunci : tanah lempung, abu serbuk kayu, stabilisasi, sifat-sifat fisis, sifat-sifat mekanis
Tidak tersedia versi lain