Text
Pengaruh Abu Cangkang Sawit Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Batu Bata
Batu bata adalah bahan bangunan yang telah lama di kenal dan pakai masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan yang berfungsi untuk bahan bangunan kontruksi, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik batu bata yang di bangun oleh masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak di gunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bagunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. Batu bata umumnya dalam kontruksi bangunan memiliki fungsi sebagai bahan non-struktural, di samping sebagai fungsi struktural. Untuk meningkatkan khualitas bata itu sendiri (material dasar lempung atau tanah liat yang di gunakan) atau bahan penambahan dengan bahan lain. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mencampur material dasar batu bata dengan abu cangkang sawit. Pada uji kuat tekan batu bata dengan persentase 0% - 5% - 15% - 25% mengalami peningkatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada penambahan abu cangkang sawit 25% dengan kenaikan sebesar 58,91 atau 48,60% dari nilai kuat tekan batu bata tanpa campuran.Sedangkan uji Kuat lentur batu bata dengan persentase 0%- 5% - 15% - 25%. didapat hasil yang paling baik dengan campuran 5% dengan kenaikan sebesar, 5,67 atau 126% dari kuat lentur bahan tidak tanpa campuran.
Kata Kunci : tanah lempung atau tanah lanau , abu cangkang sawit, stabilisasi, sifat-sifat fisis, sifat-sifat mekanis.
Tidak tersedia versi lain