Text
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH DAN LAMA PENGERINGAN PADA PEMBUATAN BATAKO DENGAN UJI DENSITAS
Batako merupakan bata cetak yang terbuat dari campuran antara pasir, semen dan air.
Seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu teknologi serta inovasi atau alternatf
dalam pembuatan merupakan penelitian dilapangan dengan judul pengaruh komposisi
fly ash dan lama pengeringan pada pembuatan batako dengan uji densitas, yang
bertujuan untuk mengetahui pengaruh densitas batako dengan variasi komposisi
penambahan fly ash dan lama pengeringan serta menentukan pengelompokan
berdasarkan berat batako. Dalam penelitian ini mempergunakan benda uji berupa batako
dengan ukuran 34 cm x 12 cm x 9 cm sesuai SNI 03-0349-1989. Bahan batako yang di
pergunakan adalah pasir + agregat, semen padang air, serta bahan tambahan fly ash dari
PLTU sijantang sawahluto, dengan variasi penambahan 0 %, 5 %, 10 % dan 15 % berat
fly ash dari berat adukan batako dan variasi lama pengeringan 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28
hari dan 35 hari. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada pengujian komposisi 5
% berat fly ash dengan lama pengeringan 28 hari didapatkan densitas tertinggi dengan
nilai 2,230 gr/cm3
, sedangkan densitas terendah pada pengujian komposisi 15 % berat
fly ash dengan lama pengeringan 35 hari dengan nilai densitas 1,946 gr/cm3
. Pada
penelitian ini didapat nilai densitas batako normal dengan densitas 2,208-2,230 gr/cm3
dan densitas batako ringan sebesar 2,000-1,946 gr/cm3
, dan didapatkan juga batako
kategori antara batako normal dan ringan yaitu 2,022-2,053 gr/cm3
.
Kata Kunci : Fly Ash, Batako, Densitas, Komposisi, Lama Pengeringan, SNI 03-0349-
1989
Tidak tersedia versi lain