Text
Kajian Ecodrain Kawasan Bandar Purus Kota Padang
Perencanaan drainase seharusnya memperhatikan fungsinya sebagai prasarana yang berlandaskan konsep pembangunan berwawasan lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukan adanya penanganan baru berupa konsep ekodrainase yang berkaitan dengan usaha konservasi sumber daya air, dengan prinsip mengendalikan air hujan supaya lebih banyak yang meresap ke dalam tanah. Bandar Purus Kota Padang dipilih sebagai wilayah studi dikarenakan memiliki jumlah permasalahan terkait sistem drainase Maksud tulisan ini adalah mengetahui kondisi dan akses masyarakat terhadap fasilitas drainase. Mengetahui tingkat kebutuhan dan kepentingan masyarakat terhadap drainase. Perencanaan Ecodrain yang didasarkan kepada
kebutuhan nyata yang dituangkan dalam konsep pengelolaan saluran drainase perkotaan terpadu (dengan sampah dan limbah domestik) pada kawasan permukiman di sepanjang saluran/sungai pada Kawasan Purus. Perhitungan terhadap debit limbah berupa air buangan tiap rumah berdasarkan data kependudukan, dan perhitungan terhadap curah hujan guna mendapatkan debit banjir rencana untuk perhitungan dimensi saluran. Dari Analisa penampang saluran maka diperoleh hasil untuk Long Section A.42-A.45 adalah yang tertinggi dengan rincian sebagai berikut; Debit rencana (Q) 12, 68 m3/detik, Kecepatan aliran(v) 1,327 m/detik, Koefisien kekasaran Strickler (k) 5 m1/3/dt, Jari-jari hidrolis 0,941 m, kemiringan saluran (S) 0,00076, Luas penampang basah (A) 9,5 m 2, keliling basah (P) 10,100 m, Lebar dasar saluran (b) 7,6 m, Tinggi air di saluran (h) 7,6, m, Kemiringan talud (m) 0,00, m. Berdasarkan analisa dapat diketahui dimensi saluran atau dimensi gorong-gorong yang ada sudah tidak lagi memadai. Hasil dari penelitian diharapkan menjadi arah pengembangan dan perencanaan drainase yang ramah lingkungan dengan dasar pembangunan berwawasan lingkungan untuk diterapkan di Kota Padang khususnya di kawasan Bandar Purus.
Kata kunci: Sistem drainase, Ekodrainase, Bandar purus
Tidak tersedia versi lain