Text
TINJAUAN KINERJA KOORDINASI SINYAL LAMPU PENGATUR LALU LINTAS ANTARA PERSIMPANGAN SAWAHAN – DR. WAHIDIN – SIMPANG HARU KOTA PADANG
Padang merupakan salah satu kota yang berkembang sangat pesat hal ini dipicu karena
banyaknya masyarakat luar yang juga tinggal di Padang dan Padang juga merupakan ibu Kota
dari Sumatera Barat. Oleh karena itu pemerintah sangat memperhatikan sarana dan prasarana
untuk menunjang perkembangan tersebut. Salah satu sarana dan prasarana yang menjadi
perhatian pemerintah adalah lalu lintas. Persimpangan merupakan bagian yang tidak terpisahka
dari semua system jalan. Oleh karena itu, keberadaaanya harus dikelola sedemikian rupa
sehingga didapatkan kelancaran pergerakan yang diharapkan. Hal yang dapat dilakukan untuk
memperoleh kelancaran pergerakan tersebut adalah menghilangkan konflik atau benturan pada
persimpangan. Adapun fasilitas yang dapat difungsikan adalah lampu pengatur lalu lintas
(traffic light). Kemacetan seringkali terjadi pada jam-jam sibuk di persimpangan-persimpangan
yang dekat dengan pusat keramaian, seperti ruko, pertokoan, mal, hotel, dan wilayah kampus.
Sebagai contoh adalah Simpang Sawahan, Simpang Dr. Wahidin, dan simpang Haru. Untuk
mengurangi kemacetan di ketiga simpang tersebut diperlukan suatu manajemen lalulintas agar
tercipta kondisi lalu-lintas yang lancar dan sekaligus memaksimalkan kapasitas jalan dengan
melakukan koordinasi sinyal lampu pengatur lalu – lintas pada ketiga simpang. Perlakuan ini
dilakukan dengan mengutamakan jalur utama yang bervolume lebih besar sehingga dapat
dihindari tundaan akibat sinyal merah. Dengan demikian, kelambatan dan antrian panjang pun
dapat diminimalisir. Data simpang diambil pada hari sibuk antara hari Selasa sampai dengan
Kamis. Sedangkan waktu pengambilan data akan dilakukan pada jam puncak yaitu 07.00-09.00
WIB untuk waktu pagi, 12.00-14.00 WIB untuk waktu siang, 16.00-18.00 WIB untuk waktu
sore. Koordinasi ketiga simpang dilakukan dengan menentukan waktu siklus yang sama
terlebih dahulu. Dari perencanaan terpilih waktu siklus berkinerja terbaik sebesar 121
detik. Hasil perhitungan koordinasi pada kondisi eksisting saat jam puncak, kinerja simpang
rata-rata pada arus utama yang dikoordinasi seperti pada Jalan Sawahan, Derajat Kejenuhan
(DS) = 1.0654, Panjang Antrian (QL) = 249.18 meter, dan Tundaan (DT) = 211.52 detik/smp.
Sedangkan setelah dilakukan perencanaan waktu siklus baru berdasarkan pada teori koordinasi
simpang, didapat Derajat Kejenuhan (DS) = 0.7480, Panjang Antrian (QL) =124.59 meter, dan
Tundaan (DT) = 75.31 detik/smp.
Kata kunci : Simpang Koordinasi, Waktu Siklus, Derajat Kejenuhan dan Tundaan
Tidak tersedia versi lain