Text
ANALISIS KERUSAKAN PERKERASAN JALAN KURAI TAJI – LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN (STA 41 + 000 S/D STA 45 + 000)
Ruas jalan Kurai Taji - Lubuk Alung adalah jalan Nasional dan merupakan jalan utama menuju beberapa kabupaten di Sumatera Barat diantaranya Kota Pariaman, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat. Untuk standar sebuah jalan nasional, ruas jalan ini belum memenuhi standar karena lebar < 7 M dengan beban kendaraan yang cukup berat dan tingkat lalu lintas yang tinggi. Selain itu kondisi perkerasan jalan dan struktur pekerasan ini secara visual sudah banyak yang rusak berat, sehingga kenyamanan bagi pemakai jalan tidak aman, maka dari itu penulis ingin melakukan penelitian mengapa perkerasan ini banyak yang rusak, apakah disebabkan oleh alam, atau oleh lalu- lintas yang ramai atau pelaksanaan yang salah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu dengan menggunakan Surface Distress Index (SDI) dan Internasional Roughness Index (IRI).Nilai SDI didapat berdasarkan survey pengamatan visual kondisi perkerasan di lapangan. Nilai IRI diambil dengan cara manual, melakukan pengamatan secara visual juga. Darihasil penelitian didapat nilai SDI 161.25 dan nilai IRI 11.5, dimana nilai ini menyatakan
bahwa kondisi ruas jalan tersebut Rusak Berat. Persentase masing-masing kerusakan sepanjang ruas adalah rusak berat 50%, rusak sedang 47.50%, rusak ringan 2.5% dan yang baik 0% dari luasan yang ditinjau.Kondisi ruas jalan Kurai Taji – Lubuk Alung yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan dapat diatasi dengan cara melaksanakan rekonstruksi jalan (change material) serta levelling pada derah penurunan. Untuk kondisi cacat permukaan seperti pelepasan butir dapat diatasi dengan overlay ulang sedangkan berlobang dan cacat tepi perkerasan dapat diatasi dengan patching. Setelah kondisi cacat permukaan, dan cacat tepi perkerasan diperbaiki maka selanjutnya permukaan jalan ditingkatkan dengan overlay ulang dengan tebal desain sesuai dengan LHR yang ada sekarang dan LHR rencana 20 tahun yang akan datang sehinga untuk 20 tahun kedepan jalan masih aman. Saluran dan bahu jalan sangat berperan dalam mencegah kerusakan pada perkerasan jalan untuk itu saluran harus bersih dan lancar serta bahu jalan harus padat dengan posisi dibawah lapisan permukaan pada jalan.
Tidak tersedia versi lain