Text
ANALISA STABILITAS TEGANGAN LISTRIK KOTA PADANG DENGAN KURVA P-V MENGGUNAKAN ETAP 12.6
Dalam dunia kelistrikan, kestabilan tegangan diperlukan untuk menentukan keseimbangan beban listrik, salah satu permasalahan yang di hadapi yaitu, pada saat penambahan beban, yang mana pada saat beban puncak dilakukan penambahan beban sebesar 5%, 10%, 15% sampai 25%, setelah dilakukan penambahan 25% dari beban puncak tegangan masih pada batas aman yang ditentukan dan apabila dilakukan penambahan lebih dari 25% maka terjadi drop tegangan, bahkan mengakibatkan terjadinya pemadaman. Ada beberapa cara mengatasi masalah tersebut, untuk analisa kali ini dilakukan load flow analysis menggunakan software ETAP 12.6 . Yang mana melakukan load flow analysis untuk menentukan beban puncak , sehingga dapat dilihat pada bus manakah yang telah terjadi drop tegangan. Untuk metedologi penelitian yaitu data diambil dari data beban, data saluran,dan data pembangkit, yang mana diambil di UPB Sumbagteng di Lubuk Alung. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisa dihitung berdasarkan rumus-rumus dasar aliran daya untuk menentukan beban puncak. Dari hasil pengolahan data dan analisa perhitungan didapatkan tegangan terendah terjadi pada bus Kiliran Jao yang mana kesimpulannya bahwa pengaruh kenaikan beban daya aktif (MW) mengakibatkan terjadinya penurunan tegangan menuju pada batas titik kritis tegangan dan kondisi tegangan sistem tenaga listrik subsistem Padang masih stabil sampai kenaikan 25% dari beban puncak.
Kata kunci : Beban puncak, subsistem Padang, ETAP 12.6 Metode Newton- Rapshon.
Tidak tersedia versi lain