Text
TINJAUAN PERENCANAAN RUAS JALAN KOTA SAWAHLUNTO SANTUR – SMEA 2 TALAWI. ( STA 2 + 100 – 3 + 500 )
Jalan raya adalah salah satu prasarana yang akan mempercepat pertumbuhan dan pengembangan suatu daerah serta akan membuka hubungan sosial, ekonomi dan budaya antar daerah. Didalam undang-undang Republik Indonesia No. 38 tahun 2004 tentang prasarana jalan, disebutkan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan perkembangan kehidupan bangsa.Maka jalan darat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Ruas Jalan Kota Sawahlunto Santur – SMEA 2 Talawi Merupakan Jalan Provinsi yang terletak di Kota Sawahlunto, adapun fungsi jalan adalah sebagai Jalan Kota jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri-ciri perjalanan jarak
sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi, Adapun dalam perencanaan geometrik jalan alinyemen horizontal terdapat 4 buah tikungan diantaranya 2 buah tikungan Full Circle (FC) dan 2 buah tikungan Spiral Circle Spiral (SCS). Untuk alinyemen vertikal terdapat lengkung vertikal sebanyak 6 buah yang terdiri dari 2 buah lengkung cembung dan 4 buah lengkung cekung. Pada perencanaan drainase didapat dimensi penampang saluran yaitu pada lebar penampang atas (B=140cm) lebar penampang bawah (b=40cm) dan tinggi (H=100 cm). Struktur perkerasan lentur dengan menggunakan metode Analisa Komponen dan Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pt T-01-2002-B Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pada perencanaan tebal struktur perkerasan lentur ini didapat tebal perkerasan untuk wedening : D1 = 10,00 cm (AC-WC; = 4 cm dan AC-BC = 6 Cm ; a1 = 0,30) ; D2‟ = 20,00 cm (Batu pecah kelas A, CBR 80%; a2 = 0,14 ); D3 = 25,00 cm ( Batu pecah kelas B, CBR 50%; a3 = 0,12). sedangkan untuk overlay AC- WC = 4 cm.
Kata Kunci : Geometrik Jalan Raya, Drainase, Perkerasan Lentur, Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Tidak tersedia versi lain