Text
Kajian Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Metoda Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 Dengan Metoda Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur 2002-B (Studi Kasus Ruas Inderapura – Tapan KM 209 – KM 211)
Perkerasan Lentur ( Flexible Pavement ) adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat material pasir dan aggregat kasar (split). Penting untuk diketahui Jalan Nasional Ruas Indrapura – Tapan Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat ini dikerjakan terakhir kali pada tahun 1994, perkerasan yang ada telah banyak rusak dan lebar jalan tidak memenuhi standar jalan nasional. Berdasarkan standar jalan nasional bahwa lebar jalur adalah 7 m, maka akan dilakukan pekerjaan Widening. Oleh sebab itu judul dari tulisan ini adalah Kajian Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Metoda Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 Dengan Metoda Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur 2002-B (Studi Kasus Ruas Inderapura – Tapan KM 209 – KM 211). Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil perhitungan tebal perkerasan dan mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan dari Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013 dan Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur (Pt. T- 01-2002-B). Dari perhitungan perencanaan tebal yang telah dilakukan didapat hasil menurut MDPJ 2013 yaitu : Lapisan Permukaan AC-WC = 4 cm, AC-BC = 6 cm, AC- Base = 7 cm, Lapisan Pondasi Atas Aggregat Klas A = 15 cm, Lapisan Pondasi Bawah Agregat Klas B = 17,5 cm, Perbaikan Tanah Dasar Timbunan Pilihan = 30 cm, dan menurut BM 2002-B yaitu : Lapisan Permukaan AC = 17,5 cm, Lapisan Pondasi Atas Aggregat Klas A = 22,5 cm, Lapisan Pondasi Bawah Agregat Klas B = 30 cm. Dari hasil perhitungan diatas metoda MDPJ lebih ekonomis dibandingkan dengan metoda BM 2002- B, karena hasil yang didapatkan pada pedoman Pt. T-01-2002-B.
Kata Kunci : AC, AC-WC, AC-BC, AC-Base, Lapis Pondasi
Tidak tersedia versi lain