Text
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN KAWAT TANAH TERHADAP GANGGUAN SAMBARAN PETIR (STUDI KASUS SUTM 20 KV) FEEDER IV AIR PACAH
Sambaran langsung petir terhadap Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dapat menyebabkan penurunan ketahanan isolasi, resiko dan kerusakan pada komponen maupun peralatan yang terpasang. Untuk mengantisipasi hal tersebut dapat dipasang kawat tanah pada bagian atas kawat phasa dengan maksud petir menyambar pada bagian tertinggi dari jaringan dan mempunyai daerah perisaian, sehingga kawat phasa aman dari sambaran langsung petir. Kontur atau lintasan tanah juga sangat berpengaruh terhadap sambaran petir. Dari hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan pada jaringan SUTM 20 kV Feeder IV Air Pacah GI PIP terhadap gangguan sambaran langsung petir maka didapatkan perbandingan jumlah gangguannya adalah tanpa kawat tanah lintasan tanah datar dengan panjang jaringan 16,5 Km adalah 6,14 kali, lintasan tanah bergelombang dengan panjang jaringan 2,61 Km adalah 1,02 kali, lintasan tanah bergunung dengan panjang jaringan 2,22
Km adalah 1,84 kali sedangkan pakai kawat tanah lintasan tanah datar dengan panjang jaringan 16,5 Km adalah 5,70 kali, lintasan tanah bergelombang dengan panjang jaringan
2,61 Km adalah 0,94 kali, lintasan tanah bergunung dengan panjang jaringan 2,22 Km adalah
1,71 kali. Untuk mendapatkan perlindungan yang lebih optimal dari gangguan sambaran langsung petir sebaiknya setiap tiang yang dipasang kawat tanah harus ditanahkan bukan pada setiap 4 atau 5 gawang dan nilai dari tahanan pentanahan kawat tanah < 1, agar terhindar dari lompatan api (flashover) yang dapat menyebabkan busur api.
Kata kunci : gangguan petir, saluran udara tegangan menengah (SUTM), kontur/lintasan tanah
Tidak tersedia versi lain