Text
Analisa Pengaruh Tegangan DC dan Waktu Terhadap Efektifitas Kerja Electrostatic Precipitator Sektor Pembangkitan Teluk Sirih
Penyumbang polusi udara salah satunya adalah hasil emisi proses industri khususnya pada PLTU. Banyak regulasi dikeluarkan pemerintah untuk mengendalikan hasil emisi. Untuk memenuhi aturan tersebut dibutuhkan teknologi yang dapat menangani permasalahan polusi ini. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Electrostatic Precipitator . Metode ini menggunakan medan listrik untuk mengionisasi partikel debu sehingga partikel debu tersebut dapat menempel pada elektroda plat pengumpul. Skripsi ini nantinya akan membahas pengaruh tegangan DC dan waktu terhadap efektifitas kerja Electrostatic Precipitator untuk mengendapkan partikel debu hasil gas buang sisa pembakaran batubara di dalam furnace PLTU Teluk Sirih. Di dalam analisa pengaruh tegangan DC dan Waktu ada beberapa parameter yang dibutuhkan yaitu, kuat medan korona, tegangan kritis korona, tegangan kerja, serta efisiensi yang didapatkan. Dari hasil analisa, dapat dilihat pengaruh tegangan keluaran DC terhadap efektifitas Electrostatic Precipitator . Tegangan keluaran DC bertanggung jawab untuk mendorong partikel abu menempel pada elektroda plat pengumpul, semakin besar tegangan yang diberikan maka semakin banyak partikel abu yang diberi muatan dan otomatis semakin banyak partikel abu yang tertarik ke elektroda plat pengumpul. Pada Electrostatic Precipitator yang memiliki empat electric field, kondisi saat kerja normal tegangan keluaran DC pada field 1 lebih besar dibandingkan dengan field 2, lalu selanjutnya field 2 lebih besar dari field 3, dan field 3 lebih besar dari field 4 hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan tanggal 14 September 2014 sampai dengan 30 September 2014 Electric F ield B. Sedangkan hasil pengamatan dari tanggal yang sama untuk electric field A, didapati hal yang berbeda dimana rata-rata tegangan pada field 3 cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan tegangan pada field 1 dan field 2 analisa awal kemungkinan terjadi penumpukan abu pada discharge electrode sehingga tegangan yang digunakan tidak bisa maksimal pada discharge electrode. Meskipun demikian kinerja electric field A masih dapat dikatakan efisien. Selanjutnya waktu rapping yang digunakan juga sudah tepat, dimana waktu rapping pada field 1 dibuat lebih cepat dibandingkan dengan field 2, field 3 dan field 4 seperti yang telah di paparkan tadi, di mana beban kerja field 1 lebih berat dibandingkan dengan saat kerja di field 2, field 3 dan field 4. Setelah di teliti dengan pengaturan tegangan keluaran DC dan waktu hentakan yang ada maka dikatakan efektifitas Electrostatic Precipitator baik dengan efisiensi sekitar 99,2
%.
Kata Kunci : Electrostatic Precipitator, Tegangan DC, Waktu Rapping, Electric Field
Tidak tersedia versi lain