Text
ANALISA PENAMBAHAN KADAR ASBUTON (BRA) DALAM CAMPURAN AC-WC TERHADAP ASPAL PEN, 60/70 DAN PERBANDINGANNYA DENGAN CAMPURAN AC-WC SESUAI SPESIFIKASI BINAMARGA 2010 REVISI 33
Penggunaan asbuton perlu penanganan khusus, karena sifat asbuton yang mempunyai sifat fisik yang lebih kaku, misalnya Buton Rock Asphalt (BRA)
mempunyai penetrasi 5 dmmdibanding aspal minyak yang umum digunakan untuk jalan di indonesia memakai penetrasi 60 sampai 70 dmm.Dua sifat penetrasi aspal yang berbeda ini yang menarik penulis untuk menelitinya karena dalam spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3 dibatasi penggunaan aspal modifikasi asbuton yang diproses yaitu campuran aspal minyak pen. 60/70 dengan asbuton harus pada penetrasi lebih dari 50 dmm. Oleh karena itu pada penetrasi dan tes marshallberapa yang dibutuhkan untuk perkerasan aspal modifikasi asbuton di stockpile PT. Rimbo Peraduan? Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan pengujian penyerapan agregat, pengujian penetrasi aspal, pengujian marshallterhadap Lapis Aus Aspal Beton (AC-WC). Sifat penelitian ini merupakan studi kasus dengan metode eksperimen. Lokasi penelitian di stockpile PT. Rimbo Peraduan dan tempat eksperimen pengujian di laboratorium PT. Rimbo Peraduan dan Laboratorium UPTD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Barat. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemanfaatan asbuton BRA murni untuk material agregat di stockpile PT. Rimbo Peraduan maksimal 2,0 % dari total berat campuran aspal panas AC-WC. Sedangkan kadar aspal optimum untuk AC-WC didapatkan 6,2 % dan untuk AC-WC Asbuton BRA didapatkan 6,25 % dari total berat campuran. Adapun perbandingan dari keduanya, kelebihan AC-WC terdapat pada Flow, VFB dan VIM sedangkan kelebihan AC-WC Asbuton BRA terdapat pada Stability, Density dan Marshall Quotient.
Kata Kunci :AnalisikadarAsbuton (BRA), AnalisisAspal Pen.60/70 dan Pengujian Marshall.
Tidak tersedia versi lain