Text
STUDI EKSPERIMENTAL KAPASITAS BEBAN LENTUR BALOK BERTULANG BAMBU
Penggunaan beton bertulang dalam masyarakat semakin meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk. Hal ini meningkatkan kebutuhan tulangan baja sebagai komponen utama dalam beton bertulang, yang akan memicu kenaikan harga tulangan baja menjadi mahal dan langkah. Salah satu persyaratan dalam struktur beton bertulang adalah adanya kuat tekan beton antara tulangan dengan beton sehingga apabila diberikan beban tidak akan terjadi lendutan yang lemah dengan beton. Untuk menghindari hal tersebut perlu ditinjau nilai kuat lekat beton antara tulangan dengan beton. Oleh karena itu peneliti akan menguji kuat tekan lentur tulangan bambu pada balok beton bertulang, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai kuat lentur tulungan bambu pada beton. Pembuatan bentuk tulangan bambu dengan diameter 10 mm bulat, 10 mm x 10 mm persegi, dan diameter 10 mm pilinan yang digunakan dalam bentuk 4 variasi yaitu, Persegi Vernis, Persegi Lilitan, Bulat Vernis, dan Bulat Lilitan, yang masing-masing akan ditanamkan pada beton dengan campuran 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3, Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada umur 30 hari dapat disimpulkan bahwa beton bertulang bambu mendapatkan hasil yang tertinggi sebesar 37 KN, dan yang terendah sebesar 20 KN, hal ini karena tulangan berbentuk bulat ulir lebih melekat pada beton sedangkan petak vernis yang mendapatkan hasil terendah mungkin karena proses pembuatan tulangannya kurang baik dibandikan dengan beton bertulang bambu bulat ulir sebesar 20 KN,
Kata kunci: Kuat Tekan Lentur Balok Bertulang Bambu.
Tidak tersedia versi lain