Text
PENERAPAN METODE VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN ASRAMA PUTERA YAYASAN TAPUZ KOTA PARIAMAN
Value Engineering (VE) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Rekayasa Nilai adalah suatu metode yang menganalisis masalah-masalah suatu proyek melalui pendekatan yang sistematis dan terorganisir dengan menghilangkan biaya-biaya yang tidak diperlukan tanpa mengurangi fungsi, penampilan, kualitas dan keandalan dari proyek tersebut. Sesuai dengan peraturan Departemen Pekerjaan Umum No 222/KPTS/CK/1991 Direktorat Jendral Cipta Karya disebutkan bahwa bangunan yang memiliki nilai diatas 1 milyar harus diadakan suatu analisis Value Engineering. Penerapan value engineering pada Proyek Pembangunan Asrama Putera Yayasan Tapuz Kota Pariaman bertujuan untuk mengetahui besar efisiensi biaya yang diperoleh dari penerapan value engineering pada proyek ini. Sehingga penerapan value engineering ini memberikan hasil estimasi biaya optimal yang diharapkan oleh owner. Kemudian pada tahap pelaksanaan proyek nanti, dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Value engineering dapat ditinjau dari segi bahan atau material, metoda pelaksanaan dan waktu pelakasanan. Penerapan metode value engineering pada Pembangunan Asrama Putera Yayasan Tapuz Kota Pariaman ini, ditinjau dari segi pekerjaan arsitektur, yaitu penggunaan material pada pekerjaan bekesting, pekerjaan kusen dan jendela, pekerjaan lantai dan pekerjaan plafond. Analisis value engineering dilakukan lima tahap, yaitu :Tahap Informasi, Tahap Kreatif, Tahap Analisis, Tahap Pengembangan, dan Tahap Persentasi/ Rekomendasi. Tahap informasi dilakukan untuk mencari item-item pekerjaan yang berpotensi biaya tinggi, dapat dilakukan dengan cara cost model, breakdown, analisa pareto. Berdasrkan analisa pareto didapat 5 item pekerjaan yang berpotensi dilakukan value engineering. Pada tahap kreatif dimunculkan ide-ide alternatif pengganti dimana mutu, fungsi dan kualitas yang sama, namun dengan harga yang lebih rendah. Tahap pengembangan merupakan perbandingan antara alternatif yang akan diperoleh pada tahap analisis. Tahap rekomendasi merupakan hasil dari alternatif yang telah terpilih. Pada tahap rekomendasi, hasil dari penerapan metode value engineering adalah pekerjaan bekisting dengan material triplek 6 mm, pekerjaan kusen dengan material alumunium, pekerjaan lantai dengan keramik setara IKAD, dan pekerjaan plafond dengan material gypsum. Hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah saving cost atau penghematan biaya yang diperoleh adalah Rp. 278.997.929,9 yaitu sebesar 6,57 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode value engineering pada proyek pembangunan asrama putera yayasan tapuz kota pariaman dapat memperkecil biaya perencanaan.
Kata kunci : value engineering, material, efisiensi
Tidak tersedia versi lain