Text
PENGARUH UKURAN PARTIKEL PADA PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL TANPA PEREKAT BERBAHAN TKKS DAN KULIT PINUS TERHADAP MOE, MOR DAN IB
Papan partikel berpotensi sebagai pengganti kayu untuk menghasilkan suatu produk jadi
dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan kayu solid sehingga dapat mengurangi
tingkat eksploitasi hutan. Salah satu cara yang alternatif untuk mengatasinya dengan
menggantikan partikel kayu dengan Tandan Kosong Kelapa Sawit, Tandan Kosong
Kelapa Sawit merupakan satu limbah hasil perkebunaan yang ketersediaannya sangat
melimpah dan belum dioptimalkan. Tandan Kosong Kelapa Sawit memiliki potensi
sangat bagus untuk digunakan dibidang rekayasa, khususnya sebagai bahan baku untuk
pembuatan papan partikel dengan campuran/ditambah kulit kayu pinus. Untuk
mengetahui pengaruh ukuran partikel pada pembuatan papan partikel tanpa perekat
berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit dan kulit pinus terhadap MoE MoR, dan IB.
dalam pembuatan papan partikel dengan serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dan serbuk
kulit pinus dengan memvariasikan ukuran partikel di klarifikasikan dalam hasil
pengujian sifat fisis dan mekanis. Komposit papan partikel ini terdiri dari serat Tandan
Kosong Kelapa Sawit dengan lolos ayakan 20 mesh dan kulit kayu pinus lolos ayakan
30 mesh, 40 mesh dan 50 mesh setelah itu dikempa dingin dengan beban 7,7x10-8 Mpa,
selanjutnya dikempa panas pada temperatur 180oC dengan waktu kempa panas 10
menit, 15 menit dan 20 menit, standar uji menggunakan SNI 03-2105-2006. Semakin
besar ukuran partikel yang digunakan maka akan semakin bagus ikatan partikelnya pada
papan partikel, dan sebaliknya semakin kecil ukuran partikel yang digunakan, maka
akan semakin rendah ikatannya dengan papan partikel.
Kata kunci: Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit, Kulit pinus, Ukuran Partikel, Papan
Partikel, MoE, MoR, dan IB.
Tidak tersedia versi lain