Perpustakaan Institut Teknologi Padang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ANALISA KARAKTERISTIK GETARAN AKIBAT
MISALIGNMENT POROS MESIN ROTARI BERBANTUAN
SISTEM PEMANTAUAN KONDISI BERBASIS GETARAN
Penanda Bagikan

Text

ANALISA KARAKTERISTIK GETARAN AKIBAT MISALIGNMENT POROS MESIN ROTARI BERBANTUAN SISTEM PEMANTAUAN KONDISI BERBASIS GETARAN

Syawal - Nama Orang;

Misalignment poros adalah ketidaklurusan pada sumbu poros yang bergerak dengan
yang digerakkan (dua poros terletak tidak pada garis sumbu). Jenis-jenis misalignment
poros yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah offset misalignment dan
angular misalignment. Offset misalignment terjadi antara garis sumbu dua poros
berputar sejajar tetapi tidak berada dalam satu garis sumbu. Angular misalignment
terjadi antara poros pada kopling tidak segaris dan berpotongan membentuk sudut
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa getaran yang diakibatkan oleh offset
misalignment, angular misalignment dan kombinasinya pada sebuah prototipe mesin
rotari. Mesin rotari pada penelitian ini berupa sebuah prototipe yang menggunakan
motor listrik sebagai penggerak, kopling untuk mentransmisikan daya motor ke
poros-rotor yang digerakkan. Poros-rotor dari mesin rotari ini ditumpu oleh dua buah
bantalan yaitu satu bantalan di ujung poros yang dekat kopling (bantalan L) dan satu
bantalan di ujung lainnya (bantalan R). Sensor getaran pada pengujian getaran mesin
ditempatkan di atas bantalan L (sensor#L) dan di atas bantalan R (sensor#R). Kedua
sensor ini terhubung dengan interface berupa hardware DSA yang terhubung ke laptop
yang telah terinstall dengan software DSA. Kedua sensor dan DSA ini merupakan sistem
VCM yang dapat mengakuisisi dan menampilkan sinyal getaran terukur. Pada pengujian
ini dilakukan offset misalignment dengan variasi 1, 2 dan 3 mm, sedangkan pada
angular misalignment dilakukan pengujian dengan variasi 2
0
, 40
dan 60
. Ciri getaran
offset misalignment poros pada transmisi kopling, didapatkan pola spektrum amplitudo
di frekuensi satu kali putaran poros (1X) lebih rendah dari amplitudo spektrum di
frekuensi dua kali putaran poros (2X) dan spektrum amplitudo di frekuensi tiga kali
putaran poros (3X) lebih rendah dari amplitudo di frekuensi 2X dan 1X. Amplitudo
dominan tertinggi pada offset misalignment 3 mm di sensor #L diperoleh harga sebesar
2.333 untuk 1X, 2.873 untuk amplitudo 2X dan 1.376 untuk amplitudo 3X, di sensor #R
diperoleh harga amplitudo sebesar 2.267 untuk amplitudo 1X, 3.45 untuk frekuensi 2X
dan 1.182 untuk 3X. Ciri getaran angular misalignment pada transmisi kopling,
didapatkan pola spektrum amplitudo di frekuensi satu kali putaran poros (1X) lebih
tinggi dari Spektrum amplitudo di frekuensi dua kali putaran poros (2X) dan amplitudo
spektrum getaran di frekuensi tiga kali putaran poros (3X) lebih rendah dari amplitudo
spektrum di frekuensi 2X dan 3X, amplitudo dominan tertinggi pada angular
misalignment 6
0
diperoleh harga di sensor #L adalah sebesar 2.66 untuk 1X, 1.101
untuk 2X dan 0.7384 untuk 3X pada sensor #R diperoleh harga amplitudo adalah
sebesar 2.912 untuk 1X, 1.293 untuk 2X dan 0.864 untuk 3X sedangkan pada kombinasi
misalignment muncul amplitudo spektrum getaran di frekuensi dominan terbesar pada
satu kali putaran poros (1X), diikuti oleh spektrum amplitudo getaran di frekuensi dua
kali putaran poros (2X) dan spektrum amplitudo getaran di frekuensi tiga kali putaran
poros (3X). Spektrum getaran amplitudo dominan terhadap frekuensi terdapat pada
pegukuran (mstk36) diperoleh harga amplitudo pada sensor#L adalah sebesar 3.149
untuk 1X, 2.62 untuk 2X dan 1.102 untuk 3X, harga amplitudo dominan pada sensor#R
adalah sebesar 3.373 untuk 1X, 2.792 untuk 2X dan 1.162 untuk 3X.
Kata kunci: mesin rotari, poros, getaran, offset misalignment, angular misalignment,
kombinasi misalignment, accelerometer berbasis MEMS, amplitudo,
frekuensi


Ketersediaan
#
Perpustakaan ITP 1711-016
1711-016
Tersedia - Available
Informasi Detail
Judul Seri
tugas akhir teknik mesin sarjana
No. Panggil
1711-0161
Penerbit
Padang : Fakultas Teknik ITP., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2012110018
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
-
Edisi
2017
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Informasi Lainnya
NIM
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Abstrak SYAWAL
  • TA SYAWAL
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Institut Teknologi Padang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?