Text
ANALISA KARAKTERISTIK GETARAN AKIBAT KOMBINASI IMBALANCE DAN MISALIGNMENT PADA MESIN ROTARI BERBANTUAN SISTEM PEMANTAUAN KONDISI BERBASIS GETARAN
Getaran pada mesin disebabkan oleh misalignment dan imbalance pada poros dan
penyebab lainnya. penelitian ini adalah untuk menemukan ciri getaran pada prototipe
mesin rotari akibat kombinasi imbalance dan misalignment baik pada prototipe mesin
rotari dengan transmisi kopling maupun dengan prototipe mesin rotari dengan transmisi
puli-sabuk. Protipe mesin rotari dengan transmisi kopling terdiri dari motor penggerak,
rumah bantalan dan bantalan, poros, rotor, massa unbalance 30 gram (unbalance mass)
dengan eksentrisitas 80 mm, dan transmisi sabuk terdiri dari puli-sabuk, poros, rotor,
massa unbalance 30 gram (unbalance mass) dengan eksentrisitas 80 mm, Misalignment
terdiri dari offset misalignment dan angular misalignment. Pengambilan data getaran
menggunakan dua buah sensor percepatan Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS)
based accelerometers. Unbalance dan misalignment pada mesin rotari dengan transmisi
kopling dan sabuk, kopling divariasikan offset[ 0, 1, 2, dan 3] angular [0, 2, 4 dan 6],
sedangkan untuk sabuk divariasikan offset[ 0, 2, 4, dan 6] angular [0, 2, 4 dan 6] massa
unbalance 30 gram dengan jarak 80 mm pada kedua penelitian. Getaran model struktur
domain waktu yang terukur oleh (MEMS) ditransformasikan kedalam domain frekuensi
dengan metode Fast Forier Transform (FFT) yang sudah ada. variasi pengujian
dilakukan sebanyak 32 kali pengujian, yaitu 16 kali untuk imbalance dan offset
misalignment dengan transmisi kopling dan 16 kali pengujian untuk imbalance dan
angular misalignment dengan transmisi sabuk, masing- masing dilakukan sebanyak 3
kali pengambilan data. Level getaran mesin rotari (RMS getaran) dengan transmisi
kopling akibat adanya imbalance akan semakin tinggi dengan bertambahnya massa
unbalance (mu). Karakteristik getaran akibat imbalance dengan offset misalignment dan
angular misalignment dengan transmisi kopling, imbalance jika amplitudo getaran
digabungkan dengan misalignment (offset misalignment dan angular misalignment)
maka amplitudo RMS nya menurun, sedangkan untuk misalignment (offset
misalignment dan angular misalignment) amplitudonya naik. Getaran mesin rotari
dengan transmisi puli-sabuk akibat kombinasi imbalance dengan misalignment puli
tidak dapat didefinisikan secara lebih baik untuk spektrum di frekuensi 1X putaran
driven karena amplitudo di frekuensi 1X putaran driven dipengaruhi oleh semua
kombinasi.
Kata Kunci : Prototipe mesin rotari, imbalance dan misalignment, kopling dan
puli-sabuk, instrumen virtual, accelerometer berbasis MEMS, frekuensi getaran.
Tidak tersedia versi lain