Text
KAJIAN PENGGUNAAN MATERIAL SUNGAI SIMOBUK (MENTAWAI) TERHADAP PEMERIKSAAN CAMPURAN ASPAL PANAS AGREGAT AC-BC DNEGAN PENGUJIAN TES MARSHALL
Penelitian kali ini penulis mencoba meneliti angregat kasar dan agregat halus yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai dimana setiap pembangunan, pemerintah tidak membolehkan mengambil material setempat/ lokal. Karena beralasan tidak memenuhi standar. Maka dari ini penulis mencoba meneliti material yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Campuran panas aspal Agregat terdiri dari agregat kasar, agregat halus dan bahan pengisi(filler) yang dicampur dengan sejumlah aspal dengan perbandingan proporsoinal dalam keadaan panas tertentu (±140 °C) dengan alat pencampur yang dikenal dengan AMP (Asphalt Mixing Plant). Campuran beraspal panas dipengaruhi oleh sifat- sifat aspal serta sifat-sifat campuran padat dari bahan-bahan tersebut. Kepekaan aspal beton terhadap ketelitian pelaksanaan dan pelapukan ( aging ) film binder diperkirakan penyumbang terbesar dari proses kerusakan dini tersebut, sehingga dengan adanya jenis perkerasan AC – BC diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut, dengan mengoptimalkan kadar aspal sehingga campuran mempunyai kelenturan yang lebih tinggi. Pada kenyataannya AC – BC memang mampu mengatasi retakdandeformasiplastik. Setelah diadakan pengujian laboratorium untuk campuran agregat dan aspal, meliputi penimbangan benda uji dan pengujian Marshall maka menghasilkan nilai Kepadatan (Density), VIM (Voids In Mix), VFB (Voids Filled Bitumen), VMA (Voids Mineral Agregat), Stabilitas (Stability), Kelelehan (Flow), MQ (Marshall Quotient).Dari nilai penyerapan dapat diartikan
bahwa penyerapan agregat pada quarry Sungai Simobuk termasuk rendah bila dihadapkan dengan ketentuan batasan maksimum penyerapan yang dibolehkan untuk perkerasan aspal adalah kurang dari 3%.
Tidak tersedia versi lain