Text
pengaruh penggunaan agregat kasar recailmed asphalt pavement (rap) terhadap campuran panas aspal agregat (ac-wc) menggunkan aspal penetrasi 80/100 pada pengujian marshall
Rekonstruksi pada pekerjaan jalan merupakan merombak lapisan eksisting
dan mengganti dengan lapisan baru. Pada umumnya pemeliharaan jalan
dapat berupa pekerjaan penambalan lubang (patching) dan pelapisan
ulang (overlay). Pekerjaan overlay yang dilakukan berulang-ulang
mengakibatkan semakin bertambahnya elevasi muka jalan. Untuk
mengatasi hal tersebut, maka dilakukan pengupasan aspal lama sebelum
dilapis ulang. Hasil dari pengupasan perkerasan jalan dengan Cold Milling
Machine dikenal sebagai Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Perbedaan
antara hasil kerukan secara manual dan hasil Cold Milling Machine adalah
ukuran RAP hasil kerukan manual berupa bongkahan, sedangkan hasil
kerukan Cold MillingMachine berupa material lepas dengan ukuran seragam.
Material RAPyang dihasilkan dari pengupasan Cold Milling
Machine berpotensi sebagai pengganti aspal dan agregat baru dalam
perkerasan jalan. Sehingga dilakukan penelitian pengaruh penggunaan
agregat kasar terhadap campuran panas aspal ac-wc menggunakan aspal
penetrasi 80/100 pada pengujian marshall. Untuk itu di dalam perencanaan
campuran aspal yang mengandung RAP, gradasi dan sifat-sifat fisik agregat
dan aspal yang terkandung dalam RAP harus diketahui terlebih dahulu dan
pengujian marshall sehingga menghasilkan parameter-parameter yang
disebut marshall propertis seperti Stabilitas (Kg), Flow (mm), Density (gr/cc),
Void Filled with Aspal (VFA), Void in the Mix (VIM).
Kata Kunci : Cold Milling Machine, Reclaime Asphal Pavement (RAP).
Tidak tersedia versi lain