Text
ANALISA PENGARUH LUAS PENAMPANG KAWAT PENGHANTAR TERHDAP RUGI-RUGI DAYA AKIBAT KORONA PADA SUTT 150 Kv (Aplikasi : GI Koto Panjang ke GI Payakumbuh)
Dalam penyaluran daya listrik ke konsumen akan mengalami rugi daya penyaluran dan jatuh tegangan yang besarnya sebanding dengan panjang saluran. Menaikan tegangan adalah alternatif dari masalah ini namun menimbulkan permasalahan baru karena semakin tinggi tegangan dinaikan akan menimbulkan peristiwa korona. Korona pada saluran transmisi dapat menyebabkan beberapa gangguan yaitu rugi-rugi daya. Salah satu faktor yang mempengaruhi peristiwa korona adalah pengaruh luas penampang kawat penghantar. Untuk mengetahui pengaruh luas penampang kawat terhadap rugi-rugi daya akibat korona dengan memvariasikan luas penampang kawat penghantar pada saluran transmisi maka dapat disimpulkan bahwa pada kondisi cuaca cerah semakin besar luas penampang kawat maka faktor tegangan kritis yang terjadi semakin besar, jika tegangan kritis semakin besar maka rugi korona juga semakin besar, pada kondisi cuaca hujan rugi korona yang terjadi lebih besar dibandingkan cuaca cerah hal ini dikarenakan hujan dan kabut dapat mempercepat dan memperbesar pertambahan proses terjadinya korona. Pada kondisi cuaca cerah dengan luas penampang terkecil rugi-rugi korona terjadi sebesar Pk3fasa (242)= 42,73 kW (0,13%) dan pada luas penampang terbesar Pk3fasa(443)= 6459,25 kW (20,83%). Dan Pada kondisi cuaca hujan pada luas penampang terkecil rugi-rugi korona terjadi sebesar Pk3fasa(242)= 1238,98 kW (3,99%) dan pada luas penampang terbesar Pk(443)= 503,209 kW (1,62%). Suhu dan keadaan cuaca mempengaruhi rugi-rugi daya akibat korona, akan tetapi luas penampang dan tegangan operasi saluran transmisi tersebut adalah yang dapat mempengaruhi rugi-rugi daya akibat korona secara signifikan disebabkan kedua hal tersebut yang nantinya mempengaruhi tegangan kritis (Vd) dan tegangan fasa ke netral (V- L-N) yang berperan penting terhadap terjadinya rugi-rugi daya akibat korona.
Tidak tersedia versi lain