Text
STUDI ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KAPASITAS HANTAR ARUS PADA BUSBAR 150 KV(APLIKASI GI LUBUK ALUNG)
Instalasi gardu induk dalam sistim penyaluran daya listrik mempunyai peran yang penting yaitu berfungsi sebagai titik simpul dari beberapa saluran transmisi serta membagi daya pada tingkat tegangan tertentu yang didistribusikan kepusat-pusat beban. Perhatian utama pada busbar gardu induk ini adalah dalam hal kemampuannya menghantarkan arus yang merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan. Dan dalam hal ini perlu diketahui kemampuan kapasitas hantar arus pada busbar tersebut. Konduktor yang dialiri arus listrik akan mengalami kenaikan temperatur hingga mencapai angka tertentu. Kenaikan temperatur ini disebabkan karena adanya tahanan elektrik yang dimiliki setiap bahan termasuk dalam hal ini bahan konduktor. Perilaku termal lainnya yang dimiliki bahan konduktor adalah kemampuan menerima yang menyerap panas dari luar, seperti energi dari sinar matahari, hal ini disebabkan oleh adanya faktor kapasitas panas bahan beserta faktor konduktansi termal bahan yang dimiliki oleh bahan konduktor. Kemampuan hantar arus pada temperatur 500C diperoleh arus maksimal hasil perhitungan adalah 937,11 A. Berdasarkan data dari BMG temperatur terendah adalah 21,00C kemampuan hantar arusnya adalah 496,44 A dan temperatur tertinggi 29,70C kemampuan hantar arusnya adalah 670,05 A. Pada nilai temperatur yang sama dan kecepatan angin yang sama, maka besarnya kapasitas hantar arus dapat disimpulkan besarnya, yaitu kapasitas hantar arus akan semakin tinggi jika temperatur semakin tinggi. Sebaliknya kapasitas hantar arus akan semakin rendah jika temperatur semakin rendah.
Tidak tersedia versi lain