Text
STUDI ANALISIS KELAYAKAN PENINGKATAN TEKNIS JALAN REL KERETA API LINTAS TELUK BAYUR - SAWAH LUNTO PROPINSI SUMATERA BARAT ( STUDI KASUS KM 99+200 – KM 102+000 )
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah salah satu BUMN yang bergerak dalam bidang transportasi umum dalam negeri yang meliputi angkutan penumpang, angkutan barang, dan angkutan non barang. Aspek kualitas pelayanan dalam pelayanan publik merupakan aspek yang terpenting dalam pemilihan jasa oleh masyarakat yang harus disediakan oleh PT. KAI didalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Di mana kereta api sebagai moda transportasi moderen yang mampu mengubah tingkat kepadatan kendaraan di jalan raya beralih memakai transportasi jalan rel. Untuk itu sangat penting peningkatan sarana dan prasarana transportasi kereta api yang diperlukan angkutan massal, mampu memberikan jaminan keselamatan dan menghindari risiko kecelakaan kereta api serta terpenuhinya standarisasi keamanan transportasi. Melihat kondisi konstruksi jalan rel kereta api saat ini yang sudah tidak terawat lagi, baik dari segi prasarana maupun sarana transportasi kereta api. Sehingga jalur jalan rel yang ada saat ini tidak dilewati kereta api lagi, terutama jalur antara Batu Tabal - Kacang yang saat ini konstruksi jalannya sudah tidak baik. Dalam tugas akhir ini dilakukan analisis kelayakan trase jalan rel yang ada untuk mengetahui kondisi struktur jalan rel yang ada serta perencanaan peningkatan konstruksi jalan rel sesuai dengan standar perencanaan. Perencanaan geometrik dan perencanaan konstruksi jalan rel merujuk Peraturan Dinas No. 10 (PD 10) PJKA (1986). Hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah bahwa konstruksi jalan rel eksisting yang ada saat ini sudah tidak ideal lagi dan tidak layak dilalui oleh kendaraan rel serta tidak sesuai dengan persyaratan teknis jalan rel, baik dari segi geometrik ataupun konstruksi jalan rel. Maka konstruksi jalan rel harus dilakukan perbaikan sesuai dengan perencanaan konstruksi jalan rel yang direncanakan yaitu antara Batu Tabal – Kacang di km 99+200 – km 102+000 lintas Teluk Bayur – Sawah Lunto Propinsi Sumatra Barat dengan kecepatan rencana 60 km/jam, tekanan gandar 18 ton, menggunakan rel R54 bantalan beton dan jarak sepur 1067 mm. Sehingga bisa dijadikan saran pembanding bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam membangun jalan rel kedepannya.
Kata kunci : Geometrik, Jalan Rel, Bantalan, Balas.
Tidak tersedia versi lain