Text
ANALISA PERBANDINGAN METODE CASE BASED REASONING DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN SINGKONG BERBASIS WEB (Studi Kasus : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar)
Berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Sumbar, singkong masih mengalami penurunan produksi yakni 19,22%. Salah satu penyebab dari menurunnya produksi singkong Indonesia adalah serangan hama dan penyakit seperti tungau daun, cendawan dan bakteri. (Rukmana, tanpa tahun). Jumlah total Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) menurut data Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) adalah 700 orang, untuk tanaman pangan 234 orang dan jumlah petani 644.000. PPL yang ada tidak sebanding dengan banyaknya jumlah petani. Untuk mengatasi permasalahan di atas pada penelitian ini digunakan sistem pakar berbasis web yang dapat membantu petani dalam menanggulangi hama dan penyakit pada tanaman singkong. Metode yang digunakan untuk sistem pakar ini adalah Case Based Reasoning dan Dempster Shafer, menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MYSQL. Dengan membandingkan analisa kedua metode tersebut untuk mendapatkan
metode yang paling optimal didalam sistem pakar ini. Dari pengujian, di peroleh ketepatan diagnosa penyakit tanaman singkong menggunakan metode Case Based 63.89%, sedangkan dengan metode Dempster Shafer sebesar 36.11%.
Kata Kunci : Analisa Perbandingan, Case Based Reasoning, Dempster Shafer, Sistem Pakar, Berbasis WEB.
Tidak tersedia versi lain