Text
Analisa Sistem Eksitasi Pada Generator di PLTU Ombilin
PLTU Ombilin unit 2 merupakan pembangkit listrik tenaga uap dengan
kemampuan pembangkitan 2x100 MW. Sebagai pembangkit listrik yang besar
pastilah memiliki generator dengan kapasitas yang besar agar dapat
membangkitkan atau menghasilkan tenaga listrik. Generator dapat
membangkitkan tenaga listrik karena dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem
eksitasi merupakan sistem pemberian arus searah pada belitan medan yang
terdapat pada rotor agar menjadi magnet, sehingga akan menghasilkan fluks-fluks
magnet. Ketika kumparan medan jangkar pada stator yang diberi arus eksitasi
diputar dengan kecepatan tertentu, maka kumparan jangkar yang terdapat pada
stator akan terinduksi oleh fluks-fluks magnet yang dihasilkan oleh kumpran
medan, sehingga akan dihasilkan tegangan listrik bolak-balik. Besar tegangan
yang dihasilkan tergantung pada besarnya arus eksitasi yang diberikan pada rotor.
Untuk menghindari kerusakan pada generator salah satu langkah yang dilakukan
yaitu dengan memahami karakteristik dari pengaturan sistem eksitasi terhadap
pembebanan, arus eksitasi dan persentase tegangan supply pada generator. Ketika
beban mengalami kenaikan, maka tegangan jaringan akan turun yang
menyebabkan tegangan generator juga ikut turun. Berdasarkan perhitungan arus
eksitasi terhadap arus jangkar generator, nilai arus jangkar generator sinkron
tertinggi yaitu 4974 A dimana nilai arus eksitasi 63 A, tegangan keluaran
generator 11,4 kV, sedangkan nilai arus jangkar generator sinkron terendah yaitu
4399 A dimana nilai arus eksitasi 55 A, dan tegangan keluaran generator 11,36
kV. Dari kondisi itu dapat disimpulkan bahwa nilai arus eksitasi linier terhadap
arus jangkar generator.
Kata Kunci: Sistem Eksitasi, Arus Eksitasi, Arus Jangkar, Generator Sinkron.
Tidak tersedia versi lain