Text
Studi Analisis Perubahan Pola Operasi Sebagai Upaya Perbaikan Kualitas Tegangan Ujung Pada Pelanggan di PT. PLN (Persero) Rayon Baso
Seiring dengan perkembangan teknologi, listrik merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Perkembangan dari berbagai sektor kehidupan ini tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan beban dan juga panjang jaringan. Pertumbuhan beban yang terus meningkat akan mempengaruhi besarnya rugi-rugi disisi penghantar, salah satunya adalah drop tegangan yang menyebabkan kecilnya nilai tegangan ujung. Drop tegangan terjadi saat nilai tegangan pangkal lebih besar dari tegangan ujung. Batas normal drop tegangan yang diizinkan pada suatu jaringan tegangan menengah tidak boleh melebihi 5% dari tegangan kerjanya, yaitu sebesar 1 kV (SPLN 72:1987). Faktor- faktor yang mempengaruhi besarnya drop tegangan diantaranya jenis penghantar yang digunakan, beban dipenghantar, dan panjang saluran. Pada penelitian ini membahas mengenai drop tegangan dan nilai tegangan ujung yang berlokasi pada PT. Bakapindo jika di supply dari feeder Kapau maupun feeder Kamang yang disimulasikan menggunakan software ETAP versi 12.6. Nilai drop tegangan untuk feeder Kapau ini yaitu sebesar 3,26%. Jika berdasarkan SPLN persentase drop tegangan ini masih dalam batas yang diizinkan, namun nilai tegangan ujung yang didapatkan yaitu sebesar 18,9 kV. Demi kandalan sistem, nilai tegangan ujung ini harus dinaikan salah satu caranya yaitu dengan mengubah pola operasi yang mana sebelumnya untuk PT Bakapindo disuuply dari feeder Kapau, diubah menjadi feeder Kamang dengan mengoperasikan PTS pada masing-masing feeder dan diiringi dengan memindahkan 2 lokasi PTS untuk mengurangi beban pada feeder Kamang, sehingga didapatkan tegangan ujung sebesar 19,2 kV.
Kata Kunci: Feeder, Drop Tegangan, Pola Operasi.
Tidak tersedia versi lain