Text
Analisa Rugi Tegangan Pada Saluran Distribusi Tegangan Menengah Sistem 20kV PT.PLN (Persero) Rayon
Sistem distribusi tenaga listrik merupakan suatu sistem penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik (power station) pada tingkat tegangan yang diperlukan, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu: Gardu Induk; Jaringan Distribusi Primer; Gardu Distribusi; Jaringan Distribusi Sekunder. Dalam suatu tenaga listrik terdapat beberapa permasalahan baik permasalahan di bidang pembangkit atau distribusinya, maka dari itu harus diketahui rugi-rugi tegangan yang terjadi dan bagaimana solusi dalam memperkecil rugi-rugi tegangan tersebut. Berdasarkan tegangannya sistem distribusi tenaga listrik di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua macam tegangan yaitu, distribusi tegangan menengah dimulai dari 20 kV dan sedangkan distribusi tegangan rendah yang bertegangan 220/380 Volt. Penyebab besarnya kerugian adalah panjangnnya saluran, besarnya arus dan tegangan yang mengalir pada saluran, panjang saluran dan impedansi saluran. Dari perhitungan yang telah dilakukan didapatkan besarnya rugi-rugi tegangan yang terjadi pada masing-masing penyulang atau feeder yang ada di Rayon Batusangkar, dimana penyulang Sikaladi rugi-rugi tegangan pada beban puncak pada siang hari sebesar 2,433 % dan beban puncak pada malam hari sebesar 4,180 %, sedangkan pada feeder 4 Sungayang rugi-rugi tegangan pada beban puncak pada siang hari sebesar 0,2684 % dan beban puncak yang terjadi pada malam hari sebesar 0,4601 %. Dari perhitungan yang telah dilakukan maka rugi-rugi tegangan yang terjadi pada penyulang Sikaladi dan feeder 4 Sungayang tidak melebihi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PLN yaitu sebesar 5 %.
Kata Kunci : Rugi Tegangan, Tegangan Menengah
Tidak tersedia versi lain