Text
STUDY PEMECAHAN EXPRES FEEDER VII JIREK TERHADAP PERBAIKAN DROP TEGANGAN DI PT. PLN (Persero) RAYON BUKITTINGI
Expres Feeder 7 Jirek merupakan Satu penyulang dari Gardu Induk Padang Luar yang menyuplai dua Gardu Hubung yaitu Gardu Hubung Jirek dengan 4 Sub Feeder dan Gardu Hubung 13 dengan 4 Sub Feeder. Jumlah Gardu distribusi sebanyak 142 Gardu dan pelanggan yang dilayani sebanyak 38.723 Pelanggan. Selama ini, Terjadi drop tegangan di jaringan paling ujung yaitu pada Sub Feeder GH Jirek dimana di Feeder palupuh ini nilai tegangan ujung mencapai 17,5 kV ,selain itu saat ada pemadaman di Ekpres Feeder VII Jirek akibat gangguan atau Pemadaman terencana, maka 75,15 % pelanggan Rayon bukittinggi padam dan hanya mampu di manuver sebagian. Dampak yang timbul adalah rendahnya tingkat kepercayaan pelanggan, apalagi pelanggan tersebut adalah pelanggan yang juga melayani public dari semua jenis golongan. Metode yang diambil adalah analisa data dimana Setelah dilaksanakan pemecahan beban di Penyulang VII ini, dari beban sebelumnya sebesar 7,17 MW terbagi menjadi Penyulang VII Jirek yang lama 3,46 MW dan penyulang baru (Penyulang XIII Tigo Baleh) menjadi 3,71 MW. Persentase drop tegangan pada feeder VII Jirek dimana pada GH Tigo Baleh pada kondisi normal sebesar 9,62 % sedangkan GH Jirek sebesar 11,85 % dimana berada pada posisi dibawah standart besar drop tegangan yang diatur oleh PT PLN (Persero). Dan setelah dilaksanakan pemecahan drop tegangan menjadi 4,9 % pada GH Jirek dan 3,57 % pada GH Tigo Baleh masih di dalam standar yang diatur PT. PLN (Persero). Untuk kualitas pelayanan pelanggan setelah pemecahan dapat dipastikan jika terjadinya pemadaman disalah satu penyulang tersebut, maka proses pelaksanaan manuver tidak terlalu sulit sehingga pelanggan prioritas yang lain tetap terlayani.
Kata kunci : Pemecahan, Feeder, Drop Tegangan
Tidak tersedia versi lain