Text
Analisa karakteristik sinyal getaran akibat kelonggaran sabuk -v pada prototipe mesin rotasi
Getaran pada mesin dapat disebabkan oleh kelonggaran, ketidak seimbangan massa,
misalignment dan penyebab lainnya. Salah satu bentuk Kelonggaran pada mesin rotari
adalah kelonggaran puli. Kelonggaran dapat mengurangi performa mesin. Pada
penelitian ini menggunakan sebuah instrument virtual berbasis LabVIEW+Arduino
untuk menganalisa getaran sebuah prototipe mesin rotari akibat kelonggaran sabuk–
v.Prototipe mesin rotari ini terdiri dari sebuah motor induksi AC, pada kedudukan
motor menggunakan slider agar bisa mengatur jarak kelonggaran antara puli motor dan
puli rotor, pada sistem puli-sabuk dan sistem poros-rotor yang ditumpu dengan dua
buah bantalan. Pada sistem poros-rotor, dua buah disk (disk kiri (LD) dan disk kanan
(RD) ditempatkan pada posisi di antara dua tumpuan poros dengan jarak yang sama.
Pengujian pertama dilakukan dengan mengukur getaran sistem tanpa kelonggaran
sabuk-v. Kemudian dilakukan pengukuran getaran kelonggaran sabuk dengan
menggerakkan motor kearah poros-rotor dengan jarak yang difariasikan yaitu 180 mm,
170 mm, 165 mm,160mm dan 155 mm. Getaran diukur dengan menggunakan empat
buah accelerometer berbasis mikro-elektro-mekanikal sistem (MEMS) pada kedua
rumah bantalan searah sumbu-x dan sumbu-y. Getaran yang terukur dalam domain
waktu ditransformasi ke dalam domain frekuensi dengan menggunakan metode Fast
Fourier Transfrom (FFT) yang telah dimuat pada instrumen virtual yang
dikembangkan. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa karakteristik getaran
akibat kelonggaran sabuk-vakan menyebabkan sistem bergetar pada frekuensi yang
berbeda - beda dengan frekuensi putaran poros. Dari lima variasi jarak kelonggaran
diperoleh amplitudo getaran tertinggi pada kelonggaran 155 mm dengan amplitudo
getaran pada dua buah frekuensi getaran Hz yang dominan. Kata Kunci : Prototipe mesin rotari, kelonggaran, sabuk–v, instrumen virtual,
accelerometer berbasis MEMS, frekuensi getaran.
Tidak tersedia versi lain