Text
PENGARUH GARAM DAPUR (NaCL) TERHADAP KEMBANG SUSUT TANAH LEMPUNG (STUDI KASUS JALAN BYPASS PADANG- DUKU KM 17-18)
Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi, baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan yang sering menimbulkan masalah bila memiliki sifat- sifat yang buruk. Sifat-sifat tanah yang buruk dan kurang layak untuk dijadikan sebagai dasar suatu bangunan atau konstruksi seperti plastisitas yang tinggi, perubahan volume yang besar dan potensi kembang susut yang besar. Berbagai cara digunakan untuk
memperbaiki kekuatan dari tanah lempung, diantaranya dengan penambahan bahan kimia. Guna untuk mengatasi permasalahan yang ada pada tanah lempung maka dilakukan penelitian dengan menggunakan garam dapur (NaCl) sebagai bahan stabilisasinya. Sampel tanah lempung diambil dari jalan bypass Padang–Duku KM 17-18 sedalam 1 m dari muka tanah dengan jarak 100 m kanan jalan Padang – Duku, sedangkan bahan penstabilisasi yang digunakan adalah garam dapur (NaCl), persentase campuran garam dapur (NaCl) sebesar 10%, 30% dan 50% dengan masa perawatan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahan stabilisasi garam dapur (NaCl) dapat memperbaiki sifat fisis dan mekanis tanah lempung. Untuk nilai batas cair, batas plastis, indeks plastis, kadar air optimum dan pengembangan mengalami penurunan setelah distabilisasi, sementara untuk nilai batas susut dan nilai berat volume kering maksimum semakin tinggi. Dari hasil optimasi untuk sifat fisis dan mekanis tanah lempung kadar campuran yang paling baik adalah 50% penambahan garam dapur (NaCl).
Kata kunci : tanah lempung, garam dapur (NaCl), stabilisasi, kembang susut.
Tidak tersedia versi lain