Text
Optimalisasi Beban Transformator Distribusi Dengan Simulasi Seimbang Beban Seharian (SBS) Di PT. PLN (Persero) Rayon Tabing
Sistem distribusi tegangan rendah memiliki jaringan yang sangat kompleks. Hal ini sering kali menyebabkan sistem distribusi tegangan rendah menjadi tidak seimbang, karena pada umumnya penyambungan pelanggan tidak memperhatikan beban di masing-masing fasa. Akibatnya timbul arus pada penghantar netral transformator. Arus pada penghantar netral transformator ini menyebabkan terjadinya rugi-rugi daya pada penghantar netral. Tugas akhir ini menyelidiki ketidakseimbangan beban masing-masing fasa pada saluran distribusi. Penyelidikan dilakukan melalui pengukuran dan perhitungan arus pada saluran netral. Untuk mengurangi arus pada penghantar netral dilakukan pemerataan beban. Pengukuran dan perhitungan dilakukan melalui studi kasus pada transformator distribusi gardu RTB 169T di PT. PLN (PERSERO) Rayon Tabing Hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan bahwa persentase ketidakseimbangan beban masing-masing jurusan setelah pemerataan beban terlihat berkurang. Pada saluran A dari 29,33 % menjadi 28 %, saluran B dari 16,33 % menjadi 12,66 %, saluran D dari 66,33 % menjadi 66,66 %, dan saluran induknya dari 17 % menjadi 10,66 %. Dengan berkurangya persentase ketidakseimbangan beban maka arus yang mengalir pada penghantar netral juga berkurang. Arus netral pada saluran A dari 39,54 A menjadi 34,31 A, sedangkan saluran B dari 49,95 A menjadi 52,07 A, saluran D dari 3,71 A menjadi 4,86 A, dan saluran induknya dari 89,57 A menjadi 83,38 A. Dan rugi-rugi akibat adanya arus pada penghantar netral trafo di saluran A dari 1,078 KW menjadi 0,81 KW, sedangkan saluran B dari 1,721 KW menjadi 1,87 KW, saluran D dari 0,009 KW menjadi 0,016 KW, dan di saluran induknya dari 5,53 KW menjadi 4,79 KW.
Kata kunci : Ketidakseimbangan Beban, Arus Netral, Rugi-rugi
Tidak tersedia versi lain