Text
ANALISA KARAKTERISTIK SINYAL GETARAN AKIBAT CACAT BANTALAN PADA PROTOTIPE MESIN ROTARI
Getaran pada mesin merupakan respon mesin terhadap gaya siklik yang bekerja pada mesin baik dari dalam maupun dari luar mesin. Getaran ini dapat ditimbulkan oleh beberapa sumber, misalnya karena kerusakan bantalan pada mesin. Kerusakan yang terjadi pada bantalan dapat berupa cacat lokal atau cacat terdistribusi. Metode yang paling banyak dipakai untuk mendeteksi kerusakan pada bantalan adalah dengan mengukur amplitudo dan frekuensi getaran mesin. Dalam penelitian ini, sebuah instrumen virtual berbasis LabVIEW+Arduino dikembangkan untuk mengidentifikasi karakteristik getaran dari sebuah prototipe
mesin rotari karena kombinasi cacat bantalan. Di sini, prototipe mesin rotari disusun/dirakit yang terdiri dari sebuah motor AC induksi dengan putaran 1440 RPM sebagai penggerak, sistem katrol-sabuk untuk mentransmisi daya penggerak, dan sistem poros-rotor yang digerakkan. Putaran sistem poros-rotor dikondisikan sama dengan putaran motor dan ditumpu dengan dua buah bantalan. Kedua bantalan merupakan bantalan gelinding (ball bearing) PTM No.6302-2RS dengan jumlah bola 7 buah. Bantalan pada tumpuan kiri dan kanan masing-masing dinotasikan dengan LB dan RB. Pengujian getaran dilakukan dengan empat kombinasi kondisi bantalan, yaitu; LB dan RB dengan kondisi normal, LB dengan kondisi cacat outer ring dan LR normal, LB dan RB dengan kondisi cacat outer ring, dan LB dengan kondisi normal dan RB dengan kondisi cacat outer ring. Getaran dari prototipe mesin rotari diukur pada rumah bantalan searah sumbu vertikal dengan menggunakan accelerometer berbasis mikro-elektro-mekanik sistem (MEMS). Getaran ini diakuisi dan dimonitor dengan instrumen virtual dalam domain waktu. Getaran dalam domain waktu ini kemudian ditransformasi ke dalam domain frekuensi dengan metode Fast Fourier Transform (FFT). Analisis terhadap getaran yang terukur menunjukkan bahwa prototipe mesin rotari yang menggunakan LB dan RB dengan kondisi normal memiliki karakterisrik getaran dengan satu frekuensi dominan sebesar frekuensi satu kali putaran poros (1xRPM) yaitu sebesar 23,98 Hz. Frekuensi ini muncul disebabkan oleh sejumlah massa yang tidak seimbang dalam prototipe mesin rotari. Apabila prototipe mesin rotari menggunakan salah satu atau kedua bantalan dengan kondisi cacat outer ring, maka karakteristik getarannya adalah munculnya frekuensi lain di sekitar 7xRPM dan 14xRPM (harmoniknya).
Kata kunci: prototipe mesin rotari, bantalan, instrumen virtual, accelerometers berbasis MEMS, frekuensi getaran.
Tidak tersedia versi lain