Text
KONSUMSI ENERGI PADA ALAT PENGERING PADI ALIRAN CAMPUR
Salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem agribisnis padi adalah
penanganan pascapanen. Hal tersebut terkait dengan masalah kehilangan hasil yang terjadi
pada kegiatan panen dan pascapanen baik berupa kehilangan bobot (kuantitatif) maupun berupa
penurunan mutu dan kerusakan fisik (kualitatif) yang cukup tinggi. Alat pengering dengan tipe
campur akan memanfaatakan beberapa energi seperti tungku biomasa dan energi listrik sebagai
sumber energi pada blowernya. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi energi
pada alat pengering aliran campur. Konsumsi energi adalah banyaknya energi yang
dipergunakan oleh alat pengering dalam proses pengeringan. Alat pengering ini terdiri dari
beberapa komponen utama yaitu tungku biomassa, kolom pengering,bucket elevator, saluran
udara, blower, dan vibrator. Penelitian yang dilakukan untuk mengeringkan padi sebanyak 315
kg dengan kadar air awal 20,03 % hingga 290,10 kg dengan kadar air akhir 13,46 % dengan
rata-rata temperatur masuk kolom pengering sebesar 83 0C dan kelembapan udara rata-rata
masuk kolom pengering 5,63 %. Didapatkan konsumsi energi thermal spesifik (STEC) rata-
rata, konsumsi energi listrik spesifik (SEEC) rata-rata dan konsumsi energi spesifik (SEC) rata-
rata masing-masing sebesar 2,66 kWh/kg, 0,60 kWh/kg, dan 3,26 kWh/kg. Demikian dapat
disimpulkan alat pengering padi aliran campur dengan bantuan tungku biomassa membutuhkan
konsumsi energi yang rendah.
Kata kunci : Pengeringan,pengering aliran campur,STEC,SEEC,SEC
Tidak tersedia versi lain