Text
ANALISA PRESTASI ALAT PENGERING POMPA KALOR DIBANTU TENAGA SURYA UNTUK MENGERINGKAN BAHAN YANG SENSITIF TERHADAP PANAS (TANAMAN OBAT “TEMULAWAK”)
Pada saat ini, dorongan menggunakan obat tradisional/kembali ke alam semakin menguasai
masyarakat, karena pengobatan secara sintetis dirasakan terlalu mahal sehingga tidak terjangkau
oleh masyarakat dan juga mempunyai efek samping. Diantara tanaman obat yang banyak
manfaatnya untuk kesehatan adalah temulawak. Rimpang temulawak dapat digunakan untuk
mengobati penyakit lever yaitu memperbaiki fungsi hati dan menurunkan kadar SGPT dan
SGOT, meningkatkan sistem imunitas tubuh, anti bakteri, anti diabetik, dan anti oksidan. Ada
dua metoda yang masih digunakan masyarakat untuk mengeringkan temulawah: metoda
tradisional (sun drying) dan menggunakan alat pengering buatan jenis pengering udara panas
(hot air drying). Metoda tadisional memerlukan waktu lama dan kualitas yang dikeringkan
rendah, sedangkan alat pengering buatan jenis pengering udara panas (hot air drying) memiliki
kelemahan yaitu waktu pengeringan tergantung pada suhu udara pengering, makin tinggi suhu
pengeringan semakin cepat waktu pengeringan. Suhu tinggi dapat merusak zat-zat yang dimiliki
temulawak karena temulawak sensitif terhadap panas. Tujuan penelitian ini adalah merancang,
membuat dan menguji alat pengering pompa kalor berbantuan tenaga surya untuk mengeringkan
temulawak. Alat pengering ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu: pompa kalor,
kolektor surya, ruang pengering dan blower. Dari hasil penelitian, temulawak dikeringkan
sebanyak 30,7 kg dengan kadar air awal 80% hingga kadar air akhir 7,5% pada temperatur dan
kelembapan relatif udara rata-rata 57,9oC dan 20,29%, dan intensitas matahari rata-rata 871,4
Watt/m2 diperlukan waktu selama 8,5 jam dan dibutuhkan energi sebanyak 40263,2 Watt. Efisiensi termal rata-rata alat pengering diperoleh 36,04%. Dari hasil pengujian dapat
disimpulkan alat pengering ini sesuai untuk mengeringkan tanaman obat karena temperatur dan
kelembapan udara pengering rendah, waktu pengeringan lebih cepat jika dibandingkan dengan
menggunakan pompa kalor dan dengan menggunakan energi surya saja.
Kata kunci: Temulawak, Pompa Kalor, Energi Surya, COP, SMER, Effisiensi Termal
Tidak tersedia versi lain